Minggu, 26 Maret 2017

Menikah (dengan siapa) Itu Penting!

Sebulan lalu di media sosial saya, sempat bertebaran pos tentang pernikahan Selma dan Haqy Rais. Kalau kamu terlalu sibuk lembur dan nggak sempat mengikuti ceritanya boleh cek di link ini atau cari #HaqySelmaJourney di Instagram.

Sebelumnya saya mau disclaimer dulu kalau saya nggak masuk ke #timselma maupun #timsenna ya. Kalau ada salah satu pihak yang merasa dipojokkan karena pernyataan saya, tolong saya diingatkan. Jangan dirisak 🙃

Singkat cerita, Selma memilih Haqy sebagai pilihan yang menurutnya realistis.

Kisah begini pun dimanfaatkan penganut, "Pacaran lama-lama belum tentu menikah." sebagai salah satu testimoni(?) atau pembenaran(?).

Salah? Nggak lah.
Pacaran lama emang belum tentu menikah 😜
Yang menjamin udah pasti juga siapa, bro?

Banyak artikel pun menyematkan label "inspiratif" bagi kisah cinta Selma dan Haqy.
Apa iya? Hm. Tunggu dulu.



Banyak teman lelaki seumuran saya yang kontra dengan pilihan Selma. Mereka bisa jadi relate to the story dan berempati pada Senna, sang kekasih yang ditinggal Selma menikahi Haqy. Tapi yang saya kurang suka, mereka jadi berpikir seolah kami--para perempuan--sangat kebelet menikah sampai menganut, "Ya gue sih milih yang udah siap nikahin aja." lalu bisa serta merta melupakan komitmen pacaran yang sudah dibangun.

[Meskipun tanpa perayaan resmi dan disaksikan negara, berpacaran juga merupakan bentuk komitmen, lho.]

Di salah satu percakapan mengenai kasus Selma bersama dengan teman laki-laki yang misuh-misuh, saya bilang: "Ya namanya juga proritas, kan? Antara menikah dan menikah dengan siapa. Ada perempuan yang, yaudahlah gue maunya nikah. Kalau pacar gue nggak bisa dan ada yang bisa, ya nggak apa-apa. Gue ganti pasangan menikahnya. Selesai. Sebagian perempuan lain, gue merencanakan menikah dengan A. Kalau dia belum bisa afford it, ya gue adjust rencananya."

Kalau kamu (laki-laki) merencanakan menikah dengan pacar kamu sekarang tapi pacar kamu cita-citanya nikah doang, titik. Jangan kaget kalau pas ada orang lain yang bisa mewujudkan cita-citanya, kamu ditinggal.

Hehe.

Kalau kamu (perempuan) merencanakan menikah dengan pacar kamu sekarang tapi pacar kamu selingkuh di tengah jalan, jangan kaget. Iya, jangan. Tenang.

..diem-diem beli aja akun haters buat teror orangnya sampe stres.

Hehe.

Memutuskan menikah buat laki-laki itu berat, lho. Satu hal yang hampir sama dari hasil curhat teman-teman laki-laki saya, saking inginnya dia membahagiakan istrinya kelak, berapa pun jumlah uang yang dia kumpulkan jadi seolah tak pernah cukup.

Pertama mikirin rumah, udah cukup beli rumah, mikirin mobil, udah cukup beli mobil, mikirin asuransi kesehatan dan pendidikan anak. Gitu aja terus sampe duitnya cukup buat mudik lebaran naik pesawat jet.

..atau ya, duitnya belum cukup, udah keburu ditinggal nikah sama pacarnya. Hiks.

Makanya saya nggak habis pikir sama prasangka dari perempuan-perempuan yang bilang kalau laki-laki yang belum siap menikahi tandanya nggak serius. Lha wong, laki-laki di lingkar pergaulan saya yang punya pacar serius dan belum menikah karena memang lagi kerja siang malam demi mewujudkan cita-cita menikah dia dan pasangannya.

Mungkin saya kebanyakan berteman dengan laki-laki yang "baik" menurut society kali, ya?

Tapi kalau memang kamu sebagai pasangan "curiga" belum juga dinikahi karena dia hanya main-main sama kamu..

..I am sorry for you, kenapa kualitas kepercayaanmu serendah itu. Kenapa kok bisa seburuk itu berprasangka pada pasanganmu 😢. Apa sebaiknya kamu ganti pacar dulu sebelum berpikir untuk menikah?

Menurut saya, hal yang harus benar-benar diingat, menikah itu bukan tujuan. Menikah, seperti juga hubungan sebelumnya, juga merupakan perjalanan. Di dalamnya akan ditemui banyak kesulitan dan (semoga) kemudahan. Selain butuh kesiapan diri dan pasangan, butuh juga ikatan batin yang menguatkan.

Kalau bagi Selma Haqy adalah pilihan yang realistis karena tak membuatnya menunggu lebih lama lagi, go ahead girl. You have your right to decide.

Bagi saya pribadi, pilihan realistis adalah memutuskan menikah dengan orang yang benar-benar saya percaya motifnya dan saya kenal pribadinya.

At the end, we do get what we deserve.
Because karma works, darling.



Sumber gambar: https://www.pexels.com/photo/woman-wearing-white-long-sleeve-dress-holding-pink-wedding-bouquet-70291/

0 comments:

 

Template by Best Web Hosting