Kamis, 17 Maret 2016

Kenang

Aku tahu ada yang salah dari kepergianmu.
Malam-malamku kehilangan pesona rehatnya.
Aku kelelahan berusaha memejam. Aku kelelahan mengatur tenang.

Bagaimana bisa kita mengatur tenang sedang hati kita masih memanggil kenang?

Seperti kamu berusaha menjaga dengan menggenggam erat pergelangan tanganku. Akhirnya kulakukan itu sendiri, dengan tanganku. Hanya supaya tubuhku tertipu dan merasa aman.

Nyatanya tidak. 
Tubuhku tidak sebodoh itu.

Mataku terbuka lebar sampai larut berganti terang.
Mungkin memang kamu sepenting itu untuk dikenang.



..karena mencinta namun meninggalkan memar-memar rantai penjerat adalah sia-sia.
 

Template by Best Web Hosting