Jumat, 09 Desember 2016

Drama Hilang Paspor 1: Syarat Mengurus Paspor Hilang


Ada yang punya paspor?

Itu loh, buku kecil yang kita pakai kalau mau ke luar negeri. Hahaha, kurang bagus ya penjelasannya? Oke lah.

Kalau menurut Wikipedia: Paspor adalah dokumen resmi yang dikeluarkan oleh pejabat yang berwenang dari suatu negara yang memuat identitas pemegangnya dan berlaku untuk melakukan perjalanan antar negara.

Jadi ceritanya, saya kehilangan paspor.
Kok bisa? Ya bisa, orang saya jaraaaaaaang banget ke luar negeri. Selain itu, saya mengakui kalau memang saya orangnya ceroboh, sih.

Zaman masih kuliah, pak polisi sampai hafal muka saya karena bolak-balik bikin surat hilang di kantor polisi. Mostly karena kehilangan ATM, hehe. Maklum, mahasiswi--duitnya dikit dan harus irit. Jadi saya nggak mau ambil tunai banyak-banyak, soalnya semakin banyak uang di dompet maka saya akan semakin boros. #bukanlifeguide

Setelah lulus kuliah dan tinggal bersama orang tua, makin ketahuan lah kalau paspor saya hilang. Apalagi saat masa berlaku paspor Mama dan Papa saya habis, langsung diadakan pengecekan paspor satu-satu. Sialnya, cuma paspor saya yang hilang.

Oiya, saya baru tahu kalau perpanjangan paspor sekarang gampang ngurusnya. Sistemnya sudah online dan efisien. Adik dan Papa saya mengurus perpanjangan paspor tanpa calo dan tanpa ribet plus tanpa pungli satu rupiah pun!

Setelah semua orang di rumah saya berpaspor, saya doang nih yang nggak punya paspor. Saat mendengar bahwa paspor saya hilang karena kecerobohan, Mama saya langsung mengeluarkan fatwa: "Mbak, bertanggung jawab ya sama kehilangan paspornya. Mama nggak mau bayarin calo. Urus sendiri ke kantor imigrasi. Kalau mau calo ya bayar sendiri."

Kalimat terakhir diucapkan Mama saya karena beliau tahu kalau saya lagi bokek alias nggak ada duit. Yaiyalah, anak baru lulus dan kerjaannya masih paruh waktu. Udah paruh waktu, bukan pengedar narkoba, lagi. Kalau pengedar narkoba kan lumayan. Halah.

Makin diberi tahu kalau saya harus (baca: mau tak mau) mengurus tanpa calo, makin malas lah saya. Tapi orang tua dengan anak pemalas seperti saya memang banyak akalnya, akhirnya keluar janji janji palsu di grup WhatsApp keluarga kalau kami mau berlibur ke luar negeri.

Namanya juga anak muda, kurang pengalaman. Akhirnya saya termakan juga janji liburan ke luar negeri yang sedang hits dibicarakan di grup WhatsApp keluarga. Saya pun mencari tahu apa saja syarat mengurus paspor hilang di internet. Ternyata, menurut beberapa sumber syarat yang harus dibawa adalah:

a. Surat Kehilangan dari kepolisian
b. Fotokopi Kartu Keluarga
c. Fotokopi Kartu Tanda Penduduk
d. Fotokopi Akte Lahir
e. Fotokopi Surat Nikah (apabila sudah menikah)

Oke, berarti yang harus diurus hanya Surat Kehilangan aja ke kantor polisi. Gampang! Saya kan udah pengalaman mengurus surat hilang.

Menurut salah satu sumber yang saya baca, surat kehilangan yang dibawa harus dari polres (Kepolisian Resor) yang baru akan mengurus surat kehilangan kalau kita sudah melapor ke polsek (Kepolisian Sektor). Jadi proses pengurusan surat kehilangannya dua kali:

1. Kepolisian Sektor
2. Lalu bawa surat hilang dari polsek ke Kepolisian Resor

Saya datangi polsek, urus surat kehilangan seperti biasa. Bla bla. Ditanya kehilangan apa, hilang dimana dan kapan. Setelah itu mengisi kolom tanda tangan di surat kehilangan yang sudah dicetak. Beres!

Beberapa hari berikutnya saya datangi polres, sambil membawa surat kehilangan dari polsek. Saat saya menceritakan kejadiannya, pak polisi yang sedang melayani saya malah nanya balik: "Emangnya surat hilangnya harus dua ya, Mbak?"

Saya melongo. "Ngg.. yang saya baca di syaratnya sih gitu, Pak."

Trus dia nanya ke teman sebelahnya, "Kalau ngurus paspor hilang emangnya harus ngurus surat hilang dua kali ya?"

Temannya pak polisi yang juga polisi (ya iyalah!) jawab: "Nggak tau. Udah berubah kali aturannya sekarang. Kan sekarang udah nggak ada calo."

Pak polisi yang melayani saya manggut-manggut mendengar jawaban temannya. Beda jauh dengan saya yang dalam hati bilang: "Trus apa hubungannya, woi?!"

Ya udah lah, mungkin mereka berbicara dengan kode kepolisian yang saya nggak tahu. Surat kehilangan dari polres pun sudah di tangan! Berikutnya, mari kita ke kantor imigrasi untuk memulai pengurusan paspor hilang.

...

Bagian selanjutnya bisa dibaca di sini

6 comments:

windi utami r mengatakan...

Mba, saat mba d polres itu kan ditanya yah kehilangan apa, dimana dan bagaimana kok bisa hilang..
Nah mba jawab apa?

Soalnya saya jg gtu sekarang mba, paspor saya udah hilang lama banget dan ga inget lg kronologi ilangnya

Mohon balasannya yah mba

Aulia Fairuz Kuntjoro mengatakan...

Hi Windi!! Kalau di kantor polisi sih cenderung lebih gampang ceritanya ya. Ceritain aja terakhir kali inget paspor itu di mana. Misalnya: "Terakhir saya beresin pas pulang dari Bangkok, Pak. Trus pas saya cari lagi di koper/tasnya udah nggak ada."

Jujur aja kalau memang sudah nggak ingat saking lamanya. Pak Polisi baik kok, pakai baju rapi dan banyakin senyum santun aja ya Win :)

Tantangannya sih pas wawancara sama investigatornya. Doh! Aku nggak mau nakut-nakutin tapi gosh emang nggak nyenengin banget. Mungkin emang biar kita bener-bener menghargai paspor kali ya :')

Good luck ngurus paspornya, Windi!

Chrisianeyi mengatakan...

Halo mba! Aku baru buat passport nih dan emg belum pernah dipake keluar dan aku jg gak sempet fotokopi dan catet nomor paspornya. Apakah kalau gitu bisa permohonan pembuatan paspor ditangguhkan ya?

Terus alasan yg logis supaya diterima apa ya mba kira2? Soalnya paspor ku hilang di mobil dan udh dicari2 gak ada. Kan itu bisa dilihat kayak aku ceroboh���� mohon pencerahannya mba aku desperate bgt akhir bulan mau ke luar. Thanks in advance

Aulia Fairuz Kuntjoro mengatakan...

Halo juga Chrisianeyi!! Sebenarnya sih aku belum menemukan kasus sampai permohonannya ditangguhkan ya. Jadi aku nggak bisa mengira-ngira juga untuk alasan seperti apa sampai pihak imigrasi bisa menangguhkan permohonan paspor kita. Hehe, kasus aku juga sebenarnya sama kok. Maaf aku nggak bisa membantu banyak, tapi coba diurus aja dulu. Toh kita bukan mau berbuat jahat atau apa.

Semoga dimudahkan ya Chisianeyi dalam mengurus paspornya :)

syiva Damayanti mengatakan...

Halo kak aulia, ak mau tanya nih kalau misalnya mau bikin paspor baru, kan kasus ak sama ky kaka hilang entah kemana, nah sementara ak juga gada foto copy paspor dan gatau no paspor nya, apakah itu lebih sulit mengurusnya kak? mohon pencerahannya

Aulia Fairuz Kuntjoro mengatakan...

Halo juga Syiva. Kalau memang nggaj ada fotokopi paspor dan nggak ingat nomornya, biasanya akan ditanya tentang perjalanan yang sudah pernah dilakukan. Silakan lihat kelanjutan post ini ya ;)

Kesulitan dalam mengurus kan relatif dan banyak banget faktornya. Misalnya tergantung pada cabang di mana kamu mengajukan permohonan dan investigatornya. Tapi kalau dilakukan sesuai prosedur, tentu akan jelas langkah dan arahnya. Maaf ya, aku baru sekali mengurus kehilangan paspor (dan amit-amit ngga mau lagi) jadi aku nggak bisa memberi penilaian soal lebih sulit atau tidaknya.

Doa baikku untuk pengurusan paspormu ya, Syiva :)

 

Template by Best Web Hosting