Sabtu, 10 Desember 2016

Drama Hilang Paspor 2 : Antrean Kantor Imigrasi


Berbekal dua surat kehilangan dari kepolisian dan syarat-syarat lainnya, esok hari saya bersiap ke kantor imigrasi. Syarat-syarat yang harus dibawa ke kantor imigrasi sudah saya tulis di pos sebelumnya di sini ya..

Hal yang harus diingat, semua syarat yang dibawa HARUS dibawa fotokopi dan aslinya. Kalau kita hanya membawa fotokopinya, akan langsung disuruh pulang dan nggak dilayani. Tapi biasanya di dekat kantor imigrasi ada jasa fotokopi sih, meskipun menurut pengalaman saya jasa fotokopinya jadi muahal. Oh iya, untuk Kartu Tanda Penduduk--difotokopi jadi setengah halaman HVS ya. Sisanya difotokopi normal.

Para pemohon paspor, biasanya sudah antre dari pagi-pagi sekali. Di kantor imigrasi yang saya pilih, antrean dimulai pukul 5 pagi. Saya yang datang pukul 6 sudah termasuk di antrean belakang. Saran saya sih, siapkan sehari penuh untuk mengurus paspor.

Meskipun antrean dimulai pukul 5 pagi, layanan akan dibuka pukul 8. HAHAHA.
Trus ngapain dong selama tiga jam? Duduk manis (kalau beruntung) atau berdiri manis kayak saya. Sebagai yang ekspektasinya rendah terhadap layanan di kantor pemerintah, saya sedia tiga powerbank untuk mengusir bosan 😎

Pada jam 7.30 seorang petugas keluar dari pintu dengan membawa tumpukan map berwarna kuning. Map kemudian dibagikan satu-satu sambil petugas menjelaskan harus mengisi dengan pulpen warna apa, syarat apa saja yang harus ada, juga pengisian kolom-kolom di formulir yang ada di dalam map. Petugas juga nggak lupa menyuruh kita pulang kalau syarat yang dibawa belum lengkap karena akan percuma mengantre.

Oh iya, pemohon yang sudah melakukan permohonan via online akan dibedakan antreannya. Pemohon cukup menyerahkan bukti pembayaran dan menunggu giliran berfoto kalau loket sudah dibuka nanti alias terbebas dari urusan mengisi formulir.

Salah satu yang menarik perhatian saya adalah pengumuman ini: "Silakan bapak ibu berdiri sesuai urutan ya. Mengisi formulir dan menyiapkan syarat-syarat yang saya sebutkan tadi. Mengantre tertib sesuai urutan, kalau ada yang menyalip antrean atau berbuat curang--silakan melapor ke saya. Orang tersebut tidak akan kami layani."

Wih, ngeri kan? Udah ngantre lama-lama trus dapat "ancaman" nggak dilayani. Cara ini ampuh loh, nggak ada kericuhan tentang salip menyalip selama saya mengantre.

Kalau ada hal yang kita tidak mengerti, kita boleh bertanya ke petugas. Setelah itu, kembali lagi ke antrean kita. Asik kan? Saran saya, ingat-ingat siapa yang mengantre di depan dan di belakang kita agar nggak salah urutan. Pengantre di depan saya seorang baby sitter, pengantre di belakang saya Mas dan Mbak yang rangkul-rangkulan. Oke sip, gampang diingat!

Saat sudah jam 8 dan loket resmi dibuka, antrean mulai berjalan. Nanti akan ada panggilan yang menjadi izin memasuki kantor imigrasi, seperti: "Sepuluh orang silakan masuk." dan begitu seterusnya.

Sayangnya saat itu saya nggak tau kalau KTP harus difotokopi sampai setengah halaman. Alhasil saat tengah mengantre, saya keluar sebentar dan menuju ke jasa fotokopi yang letaknya di kantin kantor imigrasi. Berhubung yang senasib dengan saya cukup banyak, saya pun pasrah menunggu giliran saya memfotokopi dan mengikhlaskan kalau nanti giliran saya masuk tapi saya nggak ada di tempat (dan harus antre di paling belakang).

Setelah beres soal fotokopi KTP, saya mencari antrean saya. Hal yang jadi patokan saya adalah mbak baby sitter dengan seragam khasnya. Ternyata eh ternyata mbak babysitter lagi duduk di kantin minum teh botol. Mungkin tadi mbak babysitter hanya mengantrekan tuannya. Baiklah, saya akan mencari Mas dan Mbak yang berangkulan.

Ketemu!

Saya menuju ke antrean yang sudah dekat dengan pintu masuk. Karena saya takut dikira curang, saya bertanya ke bapak yang antre di depan saya. 

"Pak, ini tadinya babysitter kan?"

Bapak yang saya tanya melongo. Darn.

"Ngg.. maksudnya tadi yang mengantrekan mbak babysitter yang di kantin?"

Sekarang beliau mengangguk. Saya lega dan lebih percaya diri untuk berdiri di belakangnya.

"Lima belas orang selanjutnya." ujar petugas di pintu masuk. Akhirnya, giliran saya memasuki kantor imigrasi. Ruangan ber-AC, aku datang!

Di dalam ruangan, tersedia beberapa loket. Satu loket digunakan untuk membagikan paspor yang sudah selesai dibuat, sisanya digunakan untuk melayani pemohon paspor yang hendak mengurus permohonan paspor baik itu pembuatan paspor baru/perpanjangan/paspor hilang.

Meskipun ruangannya ber-AC, tetap nggak sebanding dengan total panas tubuh manusia-manusia di dalam. Yang lebih menyebalkan lagi, transmisi sinyal memburuk. Setelah menyerahkan berkas ke loket dan mengatakan kalau paspor saya hilang, saya duduk di ruang tunggu.

...

Bagian selanjutnya dapat dibaca di sini

2 comments:

la bella vista mengatakan...

Hai mba..kalo part 3 nya ga ad link nya mba? Hehe
Makasih loh membantu banget postingannya. Paspor ku juga hilang entah dimana lupa naro nya. Awalnya mau pake calo,tapi si calo pun bilang kalo paspornya hilang ngurusnya ribet. Duh!
Oiya jadi berapa lama paspor jadinya mba? Aku sungguh bingung. Jadi bikin surat polisinya hrusnya le polres atau polsek?..makasih yaa

Aulia Fairuz Kuntjoro mengatakan...

+la bella vista, Hi Mbak Bella. Makasih sudah mengingatkan, part selanjutnya sudah saya post ya tautannya. Maaf Mbak saya tidak ingat pasti, tapi proses menunggu paspor jadinya tidak sampai seminggu kok kalau sudah disetujui. Semoga sabar ya Mbak dalam membuatnya.

 

Template by Best Web Hosting