Selasa, 06 September 2016

Pertanyaan Sederhana


Pagi biasa.

Laki-laki itu bangun di sisi kiri, semata karena tak ingin perempuan di sebelahnya terjatuh. Tempat tidur mereka rapat dengan dinding. Perempuan tidur di sisi terdekat dengan dinding. Biarkan sesekali dingin, selama lelaki tenang bahwa perempuan tak akan bergeser dan jatuh melantai.

Perempuan tidur dengan napas teratur, dadanya naik turun. Darah laki-laki berdesir, ada yang menggeliat di bawah sana. Dikecupnya bahu terbuka perempuan, lembut.

Seperti dugaan, perempuan terbangun. Matanya mengerjap. Saat menangkap laki-laki di depannya menatap, senyumnya terkembang.

"Apa kamu mencintaiku?" tanya laki-laki, tanpa pembuka. Lurus.

Perempuan menatap mata laki-laki penuh tanya. Tak ditemukannya keterangan lain. Bahu perempuan terangkat heran.

"Apa kamu mencintaiku? Pertanyaan sederhana, kan?"

Harusnya.

Tapi cinta tak pernah terlintas di benak perempuan untuk diucapkan. Tidak setelah hatinya remuk bertahun lalu. Hidupnya dibuat kosong tanpa jerat, sehingga mudah saja dilalui untuk datang dan pulang.

Lagipula, siapa yang butuh selamanya kalau sekarang dan saat ini terasa menyenangkan, kan?

Cinta sudah dihapus dari kepalanya sejak lama. Siapa pun yang bicara, perempuan tak percaya. Kepada siapa pun, dia tak pernah berkata.

..jadi tak ada istilah sederhana untuk pertanyaan ini.

"Aku tidak tahu." jawabnya gamang, tak ingin laki-laki menunggu lebih lama. Ia sungguh ingin laki-laki pergi saja tanpa bertanya. Saat ini, dia lebih baik sendiri ketimbang harus bercerita.

...

Aku tidak tahu apa pantas berkata cinta padamu saat aku masih menapakkan sebelah kakiku di masa lalu. Aku tak ingin langkahmu terhambat menyeret orang yang masih mencandu pada masa lalunya.

Ada tanggal tertentu yang masih kurayakan meski tak dengan senang hati. Ada senja dan tempat yang tak kukunjungi karena kenangannya begitu kuat. Ada wangi yang menciumnya sesaat bisa membuat tangisku tak berhenti.

Ada nama yang bila terdengar olehku lantas membuat keadaan baik-baik saja yang kususun menjadi runtuh. Aku belum baik-baik saja.

..karena itu, aku tidak tahu apakah aku sudah mencintaimu.

Jelasnya, aku sudah mencoba. Namun kalau kamu memaksa, jawabanku sama.

Aku tidak tahu.

1 comments:

Anonim mengatakan...

I hate to be under someone else's shadow, Dear

 

Template by Best Web Hosting