Selasa, 09 Agustus 2016

Jelas


Drian membuka kunci flat kekasihnya dengan gusar. Di sofa sosok asing berdiri terkejut, lalu melemparkan senyum ramah. "Nina masih di kamar mandi."

Penjelasan singkat yang tak ditanggapi Drian. Secepatnya dia ingin bertemu Nina. Pintu kamar mandi terbuka, Nina keluar masih dengan baju yang menurut tebakan Drian adalah baju yang sama yang dipakainya semalam. "Kamu baik-baik saja?"

Nina diam, lalu menoleh pada sosok yang tadi menyambut kedatangan Drian. "Lex, I am fine. You can go now."

Beberapa menit kemudian, tersisa hanya Drian dan Nina. Juga sunyi yang nyalang menggema. Tak tahan, Nina angkat bicara. "Mau diam sampai kapan? Kamu datang untuk diam?"

Nafas Drian terhela satu-satu, gusar. "Kenapa tidak menghubungi aku?"

"Bukannya kita belum saling menghubungi sejak bertengkar tiga hari lalu?"

Drian menukas tak sabar dengan kekesalan yang kentara jelas, "Tapi kamu pulang dalam keadaan mabuk semalam."

"Lalu?"

"Dan aku tidak akan pernah tahu itu kalau bartender barnya tidak memberi tahu aku, Na!" nada Drian naik setengah oktaf. Terjawab kenapa berita ini sampai ke telinga Drian, Nina lupa kalau teman pacarnya itu bekerja di bar yang ia datangi  semalam. Terkejut sesaat namun Nina segera menguasai dirinya. "Kamu pikir, kalau ada yang terjadi padamu, apa yang akan aku lakukan?" lanjut Drian dengan sabar yang dikumpulkan perlahan.

Nina bersedekap, enggan bergerak. Ruangan terasa dingin sekali terbalut sikap Drian. "Kita sedang bertengkar waktu itu." ulang Nina.

"Kamu pikir aku berhenti menjaga dan memedulikanmu saat kita bertengkar, Na? Iya?" Drian menghela napas, tak habis pikir dengan pola pikir perempuan di depannya. "Aku sayang kamu, Na. Berapa pun pertengkaran denganmu, itu tidak berubah."

"Alex temanku. Kami tidak melakukan apapun semalam."

Mendengar respon barusan, Drian bertanya-tanya sebenarnya ada apa dengan logika Nina? Apa sulit sekali memahami kalau bukan itu poin kekesalannya saat ini. Tak ingin makin gusar, Drian menoleh ke arah lain, membuang pandang ke dinding kaca flat Nina yang mengarah ke hamparan gedung pencakar langit di sekitar apartemen. "Ini bukan soal kepercayaanku, ini soal keselamatanmu. Cukup jelas bedanya, Na?"

Nina memeluk kekasihnya, hangat. Ada yang jelas dan terang baginya sekarang. 

1 comments:

Anonim mengatakan...

Perhaps this picture would be of better visualisation? https://pixabay.com/en/portrait-couple-hug-forest-love-1216264/

 

Template by Best Web Hosting