Jumat, 13 Mei 2016

Takdir Trian #AADC2


..karena semua ini tidak adil bagi Trian.

Salah apa dia, datang dengan langkah ksatria dan usaha nyata. Tak mengobral janji, tak meninggalkan Cinta seenaknya karena takut akan bayangan masa depan.

Trian tak pernah tahu.
Dikiranya segala kejujuran Cinta akan masa lalu adalah jalan pembuka. Berbesar hati menerima, bahwa dulu pernah ada Rangga.

Pasti tak pernah terbayang oleh Trian jika liburan singkat adalah kiamat bagi hubungannya dan Cinta. Siapa menyangka jika hubungan berbilang tahun bisa pudar dalam hitungan hari. Siapa menyangka jika segala sumpah serapah bagi Rangga berbalik menjadi derai tawa dan kecupan di akhir pertemuan.

Trian pasti merutuki kelapangan hatinya. Siapa sangka bahwa selama ini dia hanya menyentuh kemungkinan karena Rangga keparat itu sudah terlanjut menyentuh inti jantung kekasihnya. Guliran waktu hanya balut kebohongan bagi Trian dan rasionalisasi bagi Cinta.

..bahwa dia mampu mengganti sosok Rangga.

Bukan salah Trian jika pementasan dan pameran seni tak mampu menahan atensinya. Bukan salah Trian jika banyak yang tak bisa ia mengerti dari susunan karya seniman terkenal yang Cinta puja-puja. Trian hidup di dunia nyata, perawatan wajah dan baju-baju Cinta tak bisa dibeli hanya dengan senyum puas apresiasi karya seni.

Trian tak menaruh curiga. Tak pernah.
Dikiranya senyum Cinta cukup sebagai tanda bahwa usahanya tak sia-sia membuat perempuan itu bahagia. Dikiranya segala dekap dan ucap rindu cukup sebagai jaminan..

..bahwa Cinta tak akan kemana-mana.

Siapa sangka bahwa penyair dari New York datang tiba-tiba. Lalu seenaknya mengucap keinginan ingin memiliki sekali lagi. Setelah mencampakkan tanpa hati.

Tak ada salah Trian di situ. Segala sibuk dan urusannya ditujukan bagi masa depan, bukan syair-syair konyol yang tak bisa dijual.

Tapi perempuan adalah mahluk paling membingungkan, bukan?

Maka sekali lagi, Trian berbesar hati.
Menerima kekalahan dan kehilangan. Menelan bulat-bulat keputusan Cinta kembali pada Rangga. Tanpa diskusi panjang. Tanpa mengungkit bagaimana dia menarik Cinta dari kolam nestapa.

Bukankah mereka yang mencinta dengan sangat tak pernah akan kehilangan?
Bukankah sebenarnya Cinta yang patutnya merugi?

sumber gambar: http://malesbanget.com/2016/03/abis-official-trailer-aadc2-dirilis-terbitlah-meme-rangga-dan-cinta/

2 comments:

Julivanie Jazmine Suhardja mengatakan...

Makasih ya Aulia, untuk ulasan dan sinopsisnya.

Buat saya; ini jelas perbedaan Love Language saja, Cinta orangnya romantic puitis dan Titan orangnya down to earth praktis.

Untung belum nikah; klo dah nikah bias langsung selingkuh.

Selalu positip ya Titan :)

Anonim mengatakan...

Iya... Kalau orang romantis puitis gak cocok ya dgn praktis?

 

Template by Best Web Hosting