Rabu, 04 Mei 2016

Masa Lalu


"Kita akan berteman, selamanya?" Dirga berujar sambil menatap Rea dalam-dalam. Ada semburat keraguan yang menampakkan diri. "Re, aku bukan laki-laki yang akan terus berusaha rebut hatimu. In fact, aku tak ingin merebut apapun darimu. Kalau kamu siap, aku ingin punya kehidupan beririsan yang bisa kamu nikmati. Aku ingin melihatmu berkembang dan bahagia, aku ingin jadi alasan bahagia-bahagiamu."

Rea menggigit bibir. Dirga sialan! Dikiranya sekarang degup jantungnya tak memacu cepat? Diperdengarkan kalimat macam begitu, mana bisa Rea berpikir tenang. "Iya. Aku mau kita berteman saja, Ga."

"Baiklah. Kabari aku kalau suatu hari kamu berubah pikiran. Aku tidak mau memaksakan diri padamu. Tolong ingatkan kalau sewaktu-waktu aku lupa." ucap Dirga mantap. Nada bicara yakin begini sudah dilatihnya bertahun-tahun hasil bernegosiasi dengan banyak klien. Keraguan adalah hal yang pantang ditunjukkan.

"Aku tidak ingin kehilanganmu, Ga. Kamu tahu kan?" kini Rea berucap lirih. Keraguan menjelma seperti gumpalan-gumpalan dalam paru-parunya. Sangat sulit rasanya berpikir sambil mencuri napas. "Dengan begini, kamu tak akan pernah menghianati aku. Aku tak akan menghapusmu dari hidupku."

Kini giliran Dirga menghela napas panjang. Heran, di tempat outdoor begini kenapa oksigen seperti sedikit sekali jumlahnya. "Kenapa kamu yakin sekali kalau aku akan menyakitimu sih, Re? Selama ini, apa aku pernah? Prediksi terbaik perilaku manusia adalah dari rekam jejaknya, Re. Sudah kamu cek lagi rekam jejakku?"

"Aku tidak ingin kehilanganmu." ulang Rea, seperti mengabaikan semua informasi yang barusan tersaji di atas meja. Isi kepalanya tak berfungsi sempurna sekarang. Ada pertarungan hebat dalam dada yang dia redam diam-diam.

"Terserahmu. Bukan tugasku mengubah persepsimu tentang dunia ini, Rea. Tapi kuharap, pikiran tentang masa lalu tidak menutup kemungkinan hal-hal yang seharusnya jadi bagian dari masa depanmu."

...

"..bukankah masa lalu diberikan sebagai peringatan masa depan, Ga?" -Rea

"Masa lalu baru saja mengalahkanmu kalau kamu biarkan rasa takutmu menang melawan harapan, Re." -Dirga

0 comments:

 

Template by Best Web Hosting