Rabu, 06 April 2016

Usai makan malam


"Aku tidak suka diragukan." ujarmu sambil lalu, kala aku sedang membersihkan meja usai makan malam kita. Ini sudah jadi ciri khasmu, kalau membahas sesuatu yang tidak menyenangkan. Kamu akan pergi menjauh, tak pernah tepat membicarakannya di depan mataku.

Aku meneguk sisa wine di gelasmu, takut kalau gelasnya kubawa malah mengotori karpet rumah yang baru kemarin kuambil dari binatu.

Suara televisi mengisi ruangan, kamu duduk di sofa masih dengan muka tegang. "Ini bukan pertama kalinya kamu meragukanku, khususnya di topik ini." lanjutmu lagi sembari memandang lurus ke nyala televisi.

Sambil menyusun alat makan di dalam mesin pencuci piring, aku menghela napas. Baiklah, diskusi dengan cara aneh ini ternyata benar-benar kamu lanjutkan. Dengan maaf di ujung lidah, aku melangkahkan kaki ke ruang tengah. Tempat kamu berada.

"Aku minta maaf." ucapku. "Aku minta maaf sudah meragukanmu. Tapi untuk sampai ke sini, di titik ini, aku sudah banyak sekali belajar. Dan aku tidak berhenti. Percayalah, bukan mudah buatku belajar memercayai orang lain. Penjelasan barusan bukan pembelaan diri. Aku mengaku salah dan tetap meminta maaf."

Perlahan namun pasti, senyummu melengkung. "Dimaafkan. Jangan terlalu serius, nanti krim anti aging-mu menjadi sia-sia."

"Blah. Terserahmu." tukasku sambil berbalik, hendak menyiapkan sepiring pisang goreng untukmu. Malam ini ada pertandingan sepak bola, artinya kamu akan duduk manis sambil sesekali memaki. Sembari kamu menonton, aku bisa tenang menulis di ruang kerja.

Kita memang seunik itu.
Saling butuh untuk tidak bersama-sama, bahkan setelah memutuskan untuk bersama.

6 comments:

Anonim mengatakan...

Sukak

Aulia Fairuz Kuntjoro mengatakan...

@Anon: Sama aku, Non? *cenyumcenyummanis*

Anonim mengatakan...

That obvious ya? Love your writings. Your secret admirer

Aulia Fairuz Kuntjoro mengatakan...

@Anon: Ini anon yang sama? Pake nama dong, Non. Biar aku bisa bedain kamu yang mana dan siapa ;)

Anonim mengatakan...

Kalau pakai nama, gak secret lagi dong admiring nya?

Aulia Fairuz Kuntjoro mengatakan...

@Anon: Ini masih anon yang sama kan? Rahasia seringnya hanya menjadi jarak dan jauh yang tak perlu, non. LOL. Kidding! If that makes you feel safe, then stay still. Thanks for reading, anon :)

 

Template by Best Web Hosting