Senin, 01 Februari 2016

Kedua (di) Bulan Dua


..karena aku tak pernah sampai pada yang kedua. Entah, mungkin karena aku sebelumnya selalu menuruti kata jemu. Jadi jangan salahkan kalau saat ini bagiku kamu seistimewa itu.

Tapi apalah arti waktu untukmu. Dua mungkin bukan suatu yang butuh perayaan besar. Selain karena kamu jarang bisa memahami mengapa kita harus merayakan sesuatu. Hidup bagimu bisa jadi sekaku itu. Atau sebiasa itu.

Aku ingin merayakan setiap hari denganmu. Aku ingin bangun dan mensyukuri adamu. Mungkin dengan sayatan sesekali kala kamu mengumbar kenyataan..

..bahwa aku bukan satu-satunya.

Tak apa, tak semua hal berisi bahagia. Sesekali sakit bukan soal, selama kita lebih banyak tertawa. Selama aku bisa melihatmu tertawa. Bahagiamu sepenting itu.

Sudah dua. Esok mau apa lagi kita?

2 comments:

Anonim mengatakan...

Masih dihitung ya...

Anonim mengatakan...

Selamat men-dua, berdua. :)

Bilang sama yang jeles, dia sendiri bikin jeles gak.

 

Template by Best Web Hosting