Senin, 04 Januari 2016

Dalam gelap


Kurang jelas apa sebabnya kamu selalu memadamkan lampu kala kita memasuki waktu tidur. Padahal biasanya kamu tidur dengan terang. Bisa jadi karena kebiasaanku tidur dalam temaram. Kamu seringkali mendahulukan kesukaanku tanpa merasa perlu mendeklarasikannya.

Entah.
Mungkin bagimu tidak penting apakah aku tahu.

Tapi malam kemarin, kamu mematikan lampu langsung saat aku selesai menutup pintu. Aku diam, tak meneruskan langkah.

Tanganmu lalu mendarat lembut di pinggangku. Membawa aku ke arah yang kaki-kakiku sendiri tak tahu ujungnya. Kamu membawa aku sampai di atas tempat tidur, tanpa sedikitpun salah melangkah.

Malam ketika aku terbangun, aku mencari-cari bibirmu untuk dikecup. Aku sepayah itu, bisa merindumu bahkan saat kamu berbaring di sampingku.

"Tidak akan sulit menemukan orang yang ditakdirkan bersamamu, Sayang. Bahkan dalam gelap sekalipun." bisikmu yang kukira masih pulas tertidur.

Semoga kamu benar ditakdirkan untukku.
Semoga kamu bukan hanya bayang yang bisa aku cumbu dalam gelap dan kelak mati diterpa terang. 

0 comments:

 

Template by Best Web Hosting