Jumat, 01 Mei 2015

Satu pertemuan


Aku menginginkan satu pertemuan lagi, satu saja. Setelahnya aku berjanji aku tak akan berusaha mendapatkanmu kembali. Aku akan merelakan jarak menang dan menanggung akibat dari keputusanku.

Aku menginginkan satu pertemuan lagi. Aku ingin kamu ingat bagaimana rasanya peluk dan kecup kala kamu pulang kelelahan. Aku ingin kamu ingat bahwa jemariku menginginkan kamu mengisi di sela-selanya.

Aku menginginkan satu pertemuan lagi. Aku ingin bertanya bagaimana rasanya menghadapi perempuan keras kepala sepertiku setiap hari. Aku ingin bertanya bagaimana hatimu pernah tinggal dan tak pergi.

Aku menginginkan satu pertemuan lagi. Sepanjang malam aku akan terjaga dan menikmati hadirmu. Aku akan menyimpan wajah tidurmu kalau-kalau aku merindukannya suatu malam nanti. Aku akan mengingat erat pelukmu saat suatu malam nanti terbangun karena mimpi buruk.

Aku menginginkan suatu pertemuan lagi. Aku ingin kamu tahu berapa malam aku merana karena rindu seenaknya menyelinap dan mengisi tiap ruas dengan ngilu. Alveoliku menjadi lupa tugasnya, aku sesak sambil berharap kamu secepatnya tiba.

Aku menginginkan suatu pertemuan lagi. Kali ini aku tak akan malas bangkit dari tempat tidur dan menyiapkan sarapan untukmu. Kali ini aku akan bangun lebih dulu dan mengucapkan selamat pagi dengan wangi sabun mandi. Aku akan mendahului sinar matahari dalam menyentuh kulitmu.

Aku menginginkan satu pertemuan lagi. Aku mau kamu diam dan mendengar, aku akan bercerita tentang bagaimana kamu berarti bagiku. Aku akan bercerita bagaimana kamu menggantungkan senyum di bibirku setiap pagi. Aku akan bercerita bagaimana kamu mencipta ledakan asing di dadaku setiap kamu berbisik bahwa aku harusnya ada di sampingmu tiap waktu.

Aku menginginkan satu pertemuan lagi, satu saja.
Aku tak ingin kamu pergi tanpa tahu betapa kamu telah memberi warna di hidupku.

1 comments:

Anonim mengatakan...

Banyak pertemuan kemudian?

 

Template by Best Web Hosting