Jumat, 22 Mei 2015

Pulang


Kita bukan pulang pada apa, tapi pada siapa.

Aku selalu percaya bahwa rumah adalah hangat yang kamu rasakan saat mendekap erat orang kesayangan. Kamu merasakan degupnya di dadamu, ekspresi bahagia karena kamu telah pulang. Masih dalam dekapan, kamu merasa napasnya berubah karena otot di kedua sisi bibirnya tertarik perlahan, tersenyum lega akhirnya menemuimu lagi.

Pulang adalah tentang rasa aman. Kamu bisa menjadi dirimu sendiri setelah seharian melawan keras dunia. Kamu boleh menangis di rumah, kamu boleh mengaku lemah, kamu boleh kalah sebelum esok dituntut untuk kembali gagah. Tenang, kekasihmu akan setia menguatkan.

Sayapmu beristirahat di rumah. Luka dan patahnya diobati dengan sabar oleh dia yang tersayang. Setelah mencari dan berkelana, kamu bisa menceritakan harimu di sini. Ada sepasang telinga yang tak akan bosan menampung segala keluh kesah.

Sempurnanya, pulang adalah dialog dua arah.
Namun dunia ini memaklumi bahwa tak semua hal berjalan sempurna, bukan?

Dia mungkin pulangmu. Tapi rumahnya tak ada padamu.

0 comments:

 

Template by Best Web Hosting