Kamis, 16 April 2015

Dia orangnya


Halo, kamu yang masih sendiri.
Aku menulis ini khusus untukmu yang menerka apa belahan jiwa adalah konsep nyata atau rasionalisasi yang diciptakan nenek moyang agar manusia tak putus asa.

Dulu kamu mungkin percaya bahwa tiap orang lahir dengan sebelah sayap, tiap orang baru akan terbang saat saling melengkapi, tak bisa sendiri. Namun setelah bertemu banyak orang yang salah, orang yang seenaknya membuat sayapmu patah, keyakinanmu nyaris habis.

Jiwa baik, patah hati berkali-kali tidak menyenangkan. Tapi dari tiap luka semestinya kita belajar, bahwa serigala bertaring harus dihindari, penipu busuk tak boleh dibiarkan masuk. Dari tiap luka, kamu semakin lihai menilai. Percayalah, pertemuan dengan orang yang salah membawa kita lebih dekat ke orang yang tepat.

Kamu akan menemukan orangnya.
Mungkin di setapak saat kamu meringis terseok akibat sayap yang patah. Mungkin di danau tempat kamu merutuki takdir karena lagi-lagi bertemu orang yang salah. Kamu akan menemukannya. Itu kabar baik.

Kabar buruknya, dia mungkin tak sempurna. Sayapnya bisa jadi luka akibat kepercayaan yang dititipkannya pada orang yang salah. Namun kalian bisa tumbuh bersama dan saling memperbaiki. Dengan lemah yang terlihat, kalian belajar saling melindungi. Dengan luka yang tampak, kalian belajar saling menyayangi. Bukankah itu inti kehidupan? Belajar.

Tau-tau kalian bersama, membagi pengalaman dan mimpi-mimpi besar. Tau-tau kamu merasa bahwa semestamu tersaji sempurna, tenang dan indah. Kamu mensyukuri luka-luka lama. Luka dan sakit yang membawamu pada dia.

Orangnya.

0 comments:

 

Template by Best Web Hosting