Selasa, 21 April 2015

Celebrate your skin!


Saya agak bingung mau memulai post ini dari mana. Isi kepala dan perasaan saya campur aduk. Intinya, saya betul-betul nggak sabar mau menulis ini. Begitu jari saya menyentuh keyboard, BLAP. Persis seperti lama nggak ketemu pacar dan sudah mempersiapkan banyak cerita namun langsung diam saking excited-nya.

Analoginya ngawur, ya sudahlah.

Kemarin sore saya menemukan campaign sebuah brand produk kecantikan yang dikomentari salah seorang pengguna twitter. Menggandeng seorang penyanyi wanita sebagai 'ikon', brand tersebut kemudian melakukan campaign 'kulit putih' dengan sasaran remaja putri.

Dalam campaign-nya disebutkan bahwa brand yang bersangkutan akan membantu mendapatkan kulit putih bersinar. Ditulis juga pentingnya kulit putih dalam meningkatkan percaya diri dan tampil memukau. 

Doh! Ini semua tentang kulit putih? Seriously?

Saya punya kepedulian lebih terhadap hal-hal yang menyangkut penampilan dan kepercayaan diri, apalagi di masa perkembangan remaja. Kenapa? Soalnya masa remaja adalah masa yang rawan terhadap terbentuknya citra diri yang negatif. Siapa yang diuntungkan oleh masa ini? Jelas produsen produk kecantikan dong. Dengan iming-iming bahwa remaja akan diterima oleh teman sebaya dan dikagumi lawan jenis, ditawarkanlah segala macam produk..

..pemutih kulit.

Saya sama sekali nggak ingin nyinyir sama perempuan yang lahir dengan kulit putih. You are beautiful. Saya hanya mau memastikan bahwa Kartini muda Indonesia sadar bahwa mereka bisa tetap memukau dan percaya diri dengan warna kulit apa adanya. Kamu nggak perlu lebih putih untuk bisa cantik dan dikagumi banyak orang. Langkah pertama yang perlu kamu lakukan adalah merasa cantik dan baik-baik saja dengan kulit kamu.

Manusia memang diciptakan dengan beragam warna kulit, kok. Zat yang berperan di balik keragaman ini namanya melanin. Melanin merupakan pigmen warna yang merupakan turunan dari asam amino tirosin. Selain warna kulit, melanin juga membuat warna rambut dan mata kita berbeda-beda.

Ini artinya, tingkat terang/gelapnya kulit terjadi secara alamiah. Meskipun tetap saja ada pengaruh lingkungan seperti terik matahari atau nutrisi yang masuk ke dalam tubuh. Kamu yang berkulit gelap bukan merupakan kesalahan produksi atau cacat! Ini juga berarti kamu nggak perlu repot memutihkan kulit.

...

Q: Tapi perempuan yang cantik kan memang kebanyakan berkulit putih?

A: Eits, kata siapa? Kamu pernah nggak sih terpikir kalau digunakannya model kulit putih dalam iklan produk itu dalam rangka jualan? Brand jelas akan menggiring opini publik supaya kamu merasa insecure dan akhirnya jadi budak produk.

Q: Tapi gebetan aku sukanya yang kulitnya putih.

A: Then he doesn't deserve you, Darling. Masih akan ada banyak pria yang mengagumimu lebih dari sekedar apa warna kulit kamu. Dia akan setia mengobrol denganmu karena pemikiranmu menakjubkan untuknya. Dia akan rela menunggumu karena kepribadianmu membuatnya benar-benar jatuh hati. Buka buku, baca, belajar! You will thank me later.

Q: Udah nih? Aku nggak perlu ngapa-ngapain kulit aku?

A: Yaaaah, itu sih namanya males. Bawa sunscreen dalam tas, selalu pakai saat keluar siang hari. Sinar matahari berlebihan bisa membuat kulitmu kusam. Minum air putih, banyak. Kurangi soda dan gula. Kendalikan diri untuk tidak makan gorengan. Tambah porsi sayur dan buah. Kalau merasa perlu, konsumsi vitamin E.

Q: Kok ribet?

A: Bukan ribet. Itu namanya peduli sama perawatan kulit sendiri. Ada perbedaan antara kulit gelap yang sehat dan kulit kusam.

...

Selamat Hari Kartini! 
Celebrate your skin and just love the skin you’re in.
You never know who might love it too.

0 comments:

 

Template by Best Web Hosting