Rabu, 22 April 2015

Aku tetap tinggal


Kalau bisa, aku sebenarnya ingin mencintaimu dengan sederhana saja.
Seperti mendapatimu belum sepenuhnya sadar di sampingku, lalu mengecup lembut keningmu. Tak perlu peduli waktu yang memburu, jarak yang tak terlipat oleh rindu yang demikian banyaknya. Namun sayangnya, hidup tak bisa sesederhana itu.

Kalau bisa, aku sebenarnya ingin mencintaimu dengan sederhana saja.
Bersandar kapanpun kuinginkan, tak perlu lebih dulu mengundang temaram. Mendekat kapanpun bibirku rindu dikecup, memeluk kapanpun aku rindu detakmu yang cepat. Namun sayangnya, ingin tak bisa semuanya dipuaskan.

Kalau bisa, aku sebenarnya ingin mencintaimu dengan sederhana saja.
Siap sedia di sampingmu, membisikkan bahwa kamu tak pernah sendirian. Kamu tak akan pernah kubiarkan gundah tanpa kawan. Namun sayangnya, kita bukan ikatan pasti.

Maka Sayangku, dengan segala kerumitan dan keadaan yang tidak menguntungkan inginku--aku berusaha tetap mencintaimu.

Dengan keberadaanmu yang jarang, aku menghargai pertemuan. Dengan temaram yang menyenangkan, aku mencoba berteman dengan gulita. Dengan ikatan yang tak pernah ada, aku berusaha setia.

Bukankah itu intinya? Aku tak akan pernah mencintaimu dengan terpaksa. Kamu tak merantai kaki-kakiku, kamu tidak menutup mataku. Aku bisa pergi kapanpun kuinginkan.

Namun lihatlah Sayang, aku tetap tinggal di sisimu.

0 comments:

 

Template by Best Web Hosting