Senin, 30 Maret 2015

If it is

Aku tertidur di sampingmu, kita berpelukan seperti apa yang selama ini aku bayangkan kalau kita bertemu. Taukah kamu mahalnya sebuah pelukan, El. Aku harus bermimpi sejuta kali sampai akhirnya berakhir dengan dengus napasmu yang teratur di tengkukku atau sampai akhirnya merasakan tanganmu melingkar hangat di pinggangku.

..atau jangan-jangan ini masih mimpi, El?

Kamu menggeliat di sampingku, aku tersenyum. Mendekatkan hidung ke lenganmu, menghirup aroma tubuhmu. Tanganmu menggenggam erat ke pergelangan tanganku, aku mendongak dan melihat kalau-kalau kamu terbangun.

"Kenapa El?"

Gelengan singkat, kamu pasti terlalu malas untuk bicara. Aku tersenyum lagi, menikmati detik-detik yang sebenarnya kuharapkan agar berhenti.

"Aku hanya memastikan bahwa ini bukan mimpi."

Aku diam, mengatur napas satu-satu. Paru-paruku seperti lupa dengan tugasnya beberapa detik lalu. Kalau iya ini memang mimpi, bersediakah kamu bangun lebih siang dari biasanya, El?

0 comments:

 

Template by Best Web Hosting