Sabtu, 28 Februari 2015

My magician


Aku menyusup di bawah selimut, kamu lebih dulu tiba. Ini jarang terjadi, kamu dan duniamu yang sibuk itu biasanya menawan waktu lebih lama, mengundang rindu lebih banyak. Namun tidak malam ini.

Dan aku benci sekali. Kamu tak mungkin pulang lebih awal dariku kecuali harimu memburuk. Aku lebih memilih menunggumu pulang sambil terkantuk di ruang tamu, merutuki waktu yang jalannya lambat sambil merapal doa agar urusanmu lekas selesai ketimbang melihatmu dalam keadaan seperti ini.

"Sayang," aku mendekat, mengusap punggungmu hati-hati. "You have your magic power. You can put a smile on my face whenever you want, you are my magician. Now tell me what to do."

Kamu berbalik, tersenyum paksa. Mungkin kasihan karena raut bingung memenuhi wajahku, pelukmu mendarat hangat di sekujur tubuhku. Dengan suara pelan kamu berbisik, "And you know the best magician never share, Sayang."

...

You are my magician. And the magic.

0 comments:

 

Template by Best Web Hosting