Rabu, 26 November 2014

Hangatmu

 

Aku duduk di sampingmu usai mandi, masih terlilit handuk. Kamu menoleh, memberikan atensi setelah bermenit mengurusi soal pekerjaan dari layar tablet. "Sayang, bahumu masih basah.."

Kebiasaan buruk, aku sering melewatkan bahu untuk dikeringkan selesai mandi. Kamu mengambil selembar handuk yang tergeletak di atas tempat tidur. Kebiasaan burukmu, susah sekali meletakkan handuk pada tempatnya selesai mandi. Aku tertawa kecil.

"Kenapa, Sayang?" tanyamu sembari mengusapkan handuk ke bahu kiri yang di atasnya masih ada titik-titik air, aku menggeleng pelan. "Kamu kedinginan?"

Aku menggeleng lagi, dingin menyerah pada hangat yang kamu pancarkan tiap kali kita berdekatan. Satu kecupan mendarat di bahuku, hangatnya menjalar sampai ke ulu hati.

Jangan pergi, Sayang. Nanti aku bisa mati beku.

0 comments:

 

Template by Best Web Hosting