Minggu, 05 Oktober 2014

Secangkir Teh Madu (untukmu)

Untuk memahami, baiknya menyempatkan diri untuk menyapa aksara di post ini.

...

Hari masih gelap, aku bangun dan bergegas ke dapur untuk menghangatkan air di panci kecil berisi daun-daun teh. Rutinitas pagi biasa, mungkin pagi ini bukan cuma aku yang melakukannya. Yang tak biasa adalah harapan yang terus kutumbuhkan tiap kali melakukan aktivitas ini.

Setengah cangkir teh panas, ditambah dua sendok makan madu hutan, diaduk perlahan sambil dikucuri air biasa. Kombinasi yang jadi favoritmu, tak pernah aku lupa. Madu hutan penting bagi kesehatanmu, aku mau kamu terus bisa menemani aku. Aku suka berbicara banyak hal bersamamu, kadang mengunci kalimat yang keluar dari bibirmu dengan kecupan singkat, kadang mengganti volume suaramu dengan dekap erat. Tiap kali kamu diam, entah karena terlalu marah atau kelelahan, aku merasa kehilangan.

Jadi bisakah kamu bayangkan hidupku beberapa bulan ini, Kesayangan?

Aku memanggilmu demikian karena 'sayang' tak pernah cukup menggambarkan yang aku rasakan padamu. Padahal kamu tak jarang menyebalkan luar biasa. Apalagi kalau tamu bulananmu datang, semua hal bisa dengan mudah mengusik ketenanganmu.

Tapi aku tak pernah sekalipun berharap melewatkan hari tanpamu di sampingku. Biar berisi gelak tawa atau omelan panjang, aku yakin segalanya akan lebih tidak menyenangkan tanpa hadirmu.

Jadi sudahkah kamu mengerti mengapa aku lebih memilih hidupku sekarang ketimbang harus sendirian?

Kesayangan, aku harap secangkir teh madu setiap pagi cukup untuk menggodamu bangun dan mencicipinya. Kamu rindu menulis semalaman, bukan? Membuat irama dari tuts keyboard di laptopmu. Aku juga sudah menyediakannya di sudut kamar, tidakkah kamu ingin bangun dan menyentuhnya?

Ada perasaan aneh tiap aku memandangimu. Rasanya seperti bahagia bercampur dengan ketakutan bahwa aku tak bisa lagi membelai pipimu secara langsung seperti hari ini. Aku butuh memelukmu setiap pagi agar aku punya alasan untuk menaklukkan kesulitan yang datang demi kembali pulang padamu. Kesayangan, tidak lelahkah matamu terpejam padahal kita bisa memandangi pendaran lampu kota dari balkon flat kita?

Kalau kamu bangun nanti, kamu boleh meminta apa saja yang kamu mau. Kamu boleh meminta wedang ronde kesukaanmu dini hari sekalipun. Kamu boleh memesan porsi steak dengan veg setup tanpa jagung, aku akan memisahkan bulir-bulir jagung yang ada di piringmu dengan senang hati.

Sampai saat itu, aku akan meletakkan secangkir teh madu di samping tempat tidurmu setiap pagi. Kalau kamu ingin, kamu boleh bangun dan meminumnya.

0 comments:

 

Template by Best Web Hosting