Jumat, 05 September 2014

Pintu Kasih Sayang

"Pintu hari ini judulnya pintu kasih sayang ya," ujar Bang Iqbal di penghujung jam mata kuliah Analisis Eksistensial.

Ketentuan itu berimbas pada kewajiban kami menyatakan rasa sayang pada seseorang selambat-lambatnya saat melalui pintu kelas saat keluar nanti. Kami diminta menghayati perasaan sayang yang kami rasakan pada seseorang dan mengatakannya. Proses mengatakan ini bebas dipilih mau dikatakan langsung (kalau orangnya ada di sekitar), melalui panggilan telepon, atau via teks.

Selangkah setelah melalui pintu. Aku menekan opsi 'kirim' di layar ponselku.

"Saya sayang kamu."

Singkat. Jujur. Tanpa basa basi.
Sungguh aku muak dengan terlalu banyak diksi.

0 comments:

 

Template by Best Web Hosting