Kamis, 07 Agustus 2014

Supaya Aman

Waktu itu larut sudah merangkak lama, dingin sudah mewarnai udara di sekitar kita. Kamu berdiri gagah seperti biasa, dengan jaket yang setia menemani kemanapun kamu pergi. Aku sama biasanya, memandangi sosokmu yang selalu menimbulkan desir asing dalam dadaku.

"Pulang sekarang?" ajakmu yang kujawab anggukan. Sebentar lagi punggungmu yang bidang tak akan sampai lima senti dariku, itu artinya wangi kolonye yang kamu pakai akan memanjakan indera olfaktoriku. Semoga aku bisa menahan diri untuk tak mendekat dan menghirup semua aromanya sampai tak bersisa.

Tanganmu menyerahkan helm. Aku menerimanya ragu, sudah berapa perempuan yang pernah mengenakannya sebelum aku? Lucu sekali, aku peduli. Kita hanya berteman, bukan?

Saat benda bundar itu terpasang di kepalaku, kamu mendekat. Aroma kolonye mulai merebak. Tanganmu mengarah ke leherku yang tengkuknya kini seperti disetrum aliran listrik.

KLIK
Pin helm terpasang.

"Supaya aman," kamu berujar datar, kemudian berbalik menyalakan mesin sepeda motor.

Aman?
Aku nyaris kehilangan jantungku barusan.

0 comments:

 

Template by Best Web Hosting