Kamis, 07 Agustus 2014

Mulutmu-Harimaumu

Be careful of your words. Once they're said they can only be forgiven not forgotten

 Papa saya sering sekali mengingatkan anaknya dengan peribahasa 'Mulutmu Harimaumu' yang berarti kejatuhan seseorang bisa diakibatkan oleh apa yang dia katakan.

Semakin dewasa, saya memahami betul pentingnya menjaga perkataan. Bagi saya, kualitas seseorang bisa dilihat salah satunya dari pembicaraannya. Kualitas disini bisa bermacam-macam, mulai dari kecerdasan, pola pikir, hingga kepribadian. Menilai orang lain adalah hal yang manusiawi, bahkan di saat kita menerimanya apa adanya, bukan?

Semalam saya menonton sebuah program televisi yang menayangkan tentang kegiatan yang dilakukan oleh polisi (e.g penangkapan, patroli, penertiban lalu lintas) dan menemukan adanya hal yang tidak biasa. Saat ada penertiban lalu lintas, ada seorang pengendara mobil yang diberhentikan karena tidak menggunakan sabuk pengaman. Di luar dugaan saya, si pengemudi yang berjenis kelamin perempuan itu balik mengomel pada pak polisi, "Duh pak, saya kan mau ada acara, bajunya udah rapi gini, saya udah dandan, kalau pake safety belt ntar repot dong saya." Kebayang nggak kualitas orang yang menomorduakan keselamatan demi penampilan? Hehehe.

Atau waktu teman sekelompok saya dalam suatu mata kuliah dengan bangga bilang, "Gue sih nggak suka ribet orangnya. Misalnya, kalo gue diajak pergi sama temen gue, gue paling males ribet. Jadi gue minta dijemput dong. Atau kalo gue ada tugas, gue ogah repot. Jadi ya gue nyari gimana supaya tugasnya gampang." Duh! Itu sih namanya males. Ternyata nggak cuma saya yang berkesimpulan demikian.

Contoh lain adalah dosen saya yang dengan muka serius saat mengajar berkata, "Disini semua udah kenal saya lah ya," "Siapa yang belum kenal saya?" "Ada beberapa orang disini yang tidak menyapa saya saat berada di luar kelas." lalu mendapat label narsistik dan sok penting dari para mahasiswa. Untuk yang ini, saya nggak ikutan kasi komentar deh ya.

Contoh-contoh di atas membuat saya sadar bahwa 'Mulutmu Harimaumu' memang sepenting itu adanya. Terang saja Papa nggak bosan mengulangnya jutaan kali pada kami.

Eh, kalau Blogmu.. apamu ya? :))

0 comments:

 

Template by Best Web Hosting