Senin, 18 Agustus 2014

Menjadi Ibuku

Menjadi Ibuku pasti sulit.
Melihat aku berjalan dan tersandung berkali-kali karena enggan menerima nasihat. Melihat aku menangis sakit namun tetap saja tak pernah mau melunakkan hati menuruti saran orang lain.

Menjadi Ibuku pasti rumit.
Isi kepala di atas rata-rata malah membuatku pongah mengutarakan banyak alasan yang semata memenangkan keinginanku. Segala jenis buku kulahap semata demi menjunjung ego tinggi-tinggi, seringkali menutup telinga karena merasa pintar sendiri.

Menjadi Ibuku pasti menyebalkan.
Jarang dikabari, jarang ditanya bagaimana kabarnya, jarang didengar. Tapi sering dihubungi tengah malam saat aku tengah kebingungan soal arah, apalagi saat kesulitan datang terlalu banyak. Tak peduli kapanpun, aku selalu mau didengarkan.

Menjadi Ibuku pasti sakit.
Punya anak gadis semata wayang yang ucapannya sering tajam, tak peduli akan menyakiti hati siapa. Punya anak pertama yang tak akan pulang sebelum diminta berkali-kali, padahal dulu sempat menangis tak henti kala harus tinggal jauh.

Menjadi Ibuku tak sepadan susahnya, tapi kamu tak pernah menyerah.
Menjadi Ibuku hampir tak ada untungnya, tapi kamu tak berhenti.

Aku yakin.
Tuhan tau, dia sudah menyiapkan surganya untukmu.

0 comments:

 

Template by Best Web Hosting