Minggu, 31 Agustus 2014

Siapa-nama-si-anu Syndrome

'Eh itu kan si anu yang waktu itu ketemu di seminar X. Duh gue inget mukanya tapi lupa namanya.'

Saya dulu sering banget nih mengalami fenomena siapa-nama-si-anu. Biasanya kalau nggak menghindar karena merasa nggak enak hati ya terpaksa 'dusta' dengan nyapa-nyapa sok kenal dan nggak sebut nama. *sungkem dulu sama yang pernah saya giniin*

Buat kamu yang sering merasakan kambuhnya sindrom siapa-nama-si-anu, saya mau berbagi tips singkat dari bukunya Dale Carnegie yang berjudul how to win friends and influence people for teen girls.

1. Simak
Bersalaman dan mengucap nama bukan cuma formalitas, pasang telinga waktu lawan bicara kamu mengucapkan namanya. Kalau kamu nggak mendengar dengan jelas, minta dia mengulanginya.

2. Ulang
Tips ini sering banget saya pake karena berguna buat yang memorinya 11-12 sama ikan mas koki kayak saya. Setelah berkenalan, ucapkan nama orang itu beberapa kali di percakapan singkat kalian, misalnya: "Oh, jadi Dwi ambil jurusan teknik?" atau "Fian dulu SMA nya di Surabaya?"

3. Eja
Untuk beberapa nama yang susah dan nggak umum, kamu boleh banget minta orangnya mengeja buat kamu. Ini menunjukkan kalau kamu perhatiin mereka, bukan cuma iya-iya aja. #selfplak

4. Kaitkan
Ini juga tips kesukaan saya. Selain teknik mengulang, teknik ini sangat membantu dalam mengingat. Coba cari kaitan antara nama dan pemiliknya. Kaitan ini bisa berupa rima seperti 'Arfi punya gigi rapi.' atau hal-hal tertentu yang ada di orang itu misalnya 'Arfi rambutnya ikal.'

Selalu ingat bahwa nama adalah hal paling dasar yang membuat orang lain merasa dirinya istimewa. Kalau hal dasar aja kamu nggak bisa simpan dalam ingatanmu, bisa-bisa orang lain mengira kamu nggak menganggap mereka penting.

Semoga tipsnya membantu!

0 comments:

 

Template by Best Web Hosting