Minggu, 17 Agustus 2014

Duniamu tanpaku

"Aku butuh ruang, terlalu lama bersamamu menyesakkan." ujarmu, lalu aku melepaskan kecupan, merenggangkan pelukan yang sebenarnya tak pernah ingin aku lepaskan.

"Aku butuh ruang, adamu memenuhi duniaku." keluhmu. Padahal dulu kamu pernah berjanji akan memenuhi tiap sudut duniamu dengan aku, kamu pernah memohon agar aku tak pernah berbalik meninggalkanmu.

"Aku butuh ruang, kaki-kakiku ingin berjalan." aku lantas mundur sedepa, dua depa, memberimu ruang yang cukup untuk melangkah. Semoga ini cukup, semoga kamu tak meminta lebih.

"Aku butuh ruang, berjalan rasanya terlalu lambat." aku mundur semakin jauh, kamu melompat kegirangan. Hatiku retak.

...

Jangan Sayang, jangan seperti ini caranya.
Menjauh darimu bukannya mudah bagiku, aku mati-matian menguatkan hati.

Jangan Sayang, jangan seenaknya kembali datang dan memohon agar aku kembali rapat memelukmu. Aku tak akan mampu seandainya kamu melakukan seperti yang di masa lalu.

Sayang, aku sudah bertanya. Aku sudah bertanya saat kamu mendorong tubuhku jauh-jauh dari tempatmu berdiri waktu itu. Aku sudah menanyakan apakah kamu yakin dengan keputusanmu.

Aku sudah memperingatkanmu, Sayang. Aku sudah tau akan begini jadinya.
Aku sudah tau kamu akan menyesal saat tak dapat melihatku lagi.

0 comments:

 

Template by Best Web Hosting