Jumat, 04 Juli 2014

Selalu, Sayang.

F: "Ayolah, Sayang. Jangan pikir aku kelewat dangkal dengan menyerahkan nasib anak-anakku pada perempuan yang biasanya hanya bersolek dan mengeluh tentang panas hari yang membakar kulit"

A: "Aku tidak menyukai anak-anak. Setidaknya tidak saat ini. Denganku kamu malah tak akan mendapatkan satupun."

F: "Baiklah, aku pun tak terlalu menyukai anak-anak. Siapa juga yang mau susah payah bangun dan mengganti popok saat aku bisa memelukmu semalam suntuk, kan?"

A: "Lalu soal bersolek, jangan kira aku tak mampu. Hanya saja, aku lebih suka menenggelamkan diri berpikir dan berpusing sendiri mencari solusi. Sudah terlalu banyak orang yang mengeluhkan masalah, Sayang."

F: "Ah! Yang satu itu aku setuju. Kamu tau betapa aku menikmati menghabiskan waktu di sampingmu, kan? Bicara soal banyak hal-hal kecil yang tak terpikirkan orang lain sampai terlelap. Memandangi wajah lelapmu sangat menyenangkan."

A: "Jangan mencoba menyenangkanku,"

F: "Aku tak pernah berhenti mencoba menjadi menyenangkan buatmu, Sayang. Taukah kamu betapa aku cemburu melihat kamu tertawa saat alasannya bukan aku?"

A: "Kamu menyebalkan,"

F: "Tapi memenangkan hatimu, kan?"

A: "Selalu."

0 comments:

 

Template by Best Web Hosting