Minggu, 06 Juli 2014

Balasan untukmu, Sayangku


Sayangku, ini balasanku untukmu.

Dalam tiap pengharapan yang aku lantunkan ke langit, aku selalu memintaNya untuk memampukanmu. Semoga, kau terus dimampukan dalam menghadapi segala yang datang.

Aku harap kamu dimampukan untuk terus menyebar kebaikan di dunia yang sudah penuh dengan nista. Semoga segala kebaikan yang kamu bagikan, kembali lagi padamu berlipat jumlah.

Aku harap kamu dimampukan untuk terus belajar, aku tau kamu suka belajar. Belajar bagimu tak sesempit membaca dan menghadiri kelas dengan penceramah bergelar. Belajar bagimu bisa sesederhana menyusuri setapak dan menikmati tiap hela napas.

Aku harap kamu dimampukan untuk terus berjalan, menikmati warna dunia dengan matamu yang aku suka. Kamu ingin menikmati senja di pantai, malam di gunung, pagi di savana. Semoga kamu terus diberikan kaki-kaki yang tangguh untuk berjalan sejauh-jauh yang kamu mau.

Tapi Sayangku, cintaku tak semurni itu.
Di antara ribuan harap yang aku kirimkan, aku tetap menyelipkan keegoisan.
Aku harap kamu tak pernah mampu melupakanku.
Aku harap kamu tak pernah mampu meredam keinginan untuk terus bersamaku.
Aku harap hatimu tak pernah mampu berhenti merasaku.

Mungkin aku terlampau angkuh dengan menahanmu tetap tinggal, Sayang.
Tapi percayalah, kalau memelihara keangkuhan adalah satu-satunya cara mempertahankanmu, aku tak ragu menenggelamkan diri ke dalamnya.

0 comments:

 

Template by Best Web Hosting