Senin, 14 Juli 2014

Alasan alasanku

Ada masanya aku berdoa siang malam mengharapkan semesta menghadiahi aku dengan 
seseorang. Seseorang yang pesonanya mampu membayar segala penantian dan setiaku 
menunggu selama ini. Lalu semesta mengikat masa depanku dengan masa depanmu.

Awalnya aku tak ingin memilihmu.
Ralat, aku bahkan tak repot melirikmu.

Alasan pertama, kamu jelas tidak rupawan. Tentu kamu jauh dari buruk rupa tapi tetap saja aku tak bisa  menyebutmu tampan. Lihat saja, kamu tak mau repot bercermin lama-lama. Katamu bersolek hanya untuk laki-laki yang diragukan kejantanannya. Berhubung kamu selalu bisa membuktikan bahwa teorimu terbukti benar, aku tak akan membantah lagi.

Alasan kedua, kamu tak pandai merangkai kata. Kita bisa bertengkar beberapa kali karena caramu mengingatkanku akan banyak hal. Aku bisa mendiamkanmu berhari-hari karena kamu sekedarnya saja mengucapkan selamat pada peringatan tiap tahun hubungan kita, itupun kalau kamu mengingatnya. Tapi kamu tiba-tiba berubah menjadi negosiator ulung tiap kali berbicara dengan ayahku.

Alasan ketiga, kamu tak bisa bermain musik. Aku suka bernyanyi, aku bernyanyi hampir setiap hari. Sayangnya kamu tak melengkapiku dengan iringan musik, banyak laguku bahkan tak selesai karena kamu seringkali menghentikannya dengan peluk dan kecup jutaan kali.

Alasan keempat, kamu tidur mendengkur. Aku sulit tidur, segalanya harus sunyi kalau aku hendak terlelap. Kamu seenaknya mendengkur keras-keras di sampingku. Uh! Aku benci pada akhirnya aku justru tak bisa tidur kalau tak mendengar dengkuranmu.

Alasan kelima, kamu tak bisa menilai masakanku. Tak peduli terlalu banyak atau kurang garam, kamu akan dengan senang hati memakannya. Tak pernah ada sisa makanan di meja, kamu bilang aku pintar memasak. Nyatanya lidahmu tak pandai merasa.

Lelaki kesayangan, kalau kamu menanyakan alasan apalagi yang membuat aku tak sedalam itu jatuh cinta padamu pada awalnya, aku akan dengan mudah menyebutkan lebih banyak lagi.

Tenang saja, kalau kamu lantas menanyakan apa alasanku tetap bertahan dalam tiap pertengkaran dan masalah yang datang, aku sudah menyiapkan jawabannya. Denganmu, rintangan memang tak berubah mudah tapi kuyakin tanpamu tak ada satu hal pun yang menjadi  lebih baik. Lebih penting lagi, aku membutuhkanmu...

...untuk menguatkanku. 

0 comments:

 

Template by Best Web Hosting