Rabu, 25 Juni 2014

Waktu dan Rindu

"Berapa lama lagi?" tanyamu yang dikirim padaku melalui semilir. Aku menggigit bibir, kehilangan kata. Kalau ditanya tentang keinginan hatiku, sungguh aku ingin berlari sekarang, ke arahmu. Tapi dunia bukan hanya tentang apa yang kita inginkan, bukan?

Mataku nanar menatap hamparan hijau di depanku, tiba-tiba aku tak ingin berada disini. Semua indah yang semula aku harapkan, remuk sebelum aku mampu menyusun apa yang kira-kira menyenangkan untuk diingat kelak.

"Aku tercekik rindu, Sayang." semilir kedua datang meniupkan pesanmu. Aku tercekat, rindu memang jahatnya terlalu. Rindu tak memilih akan menusuk siapa, rindu tak berbelas kasihan sama sekali.

Aku menggigit lidahku kuat-kuat, enggan mengirimkan sedu sedan sebagai balasan pesanmu. Kaki-kakiku berlari ke arah sungai, menitipkan sebuah senyum untuk dibawakan padamu. Semoga bisa membasuh rindumu sementara.

Sayang, saat kamu tak ada, waktu bersama dengan rindu menjadi musuh terbesarku.

0 comments:

 

Template by Best Web Hosting