Senin, 09 Juni 2014

Tinder! (not an app review)

DISCLAIMER: Post ini bukan app-review (apalagi post berbayar) dan dibuat sebagai sarana bawel penulisnya. Penulis tidak memiliki latar belakang dunia per-aplikasi-an dan memberikan pandangan sebagai user yang awam dan berbudi luhur (?).

Sebagai orang yang punya keinginan jadi social media enthusiast (ini maksudnya orang yang ngga punya kerjaan/kehidupan di dunia nyata jadi main di media sosial, hehehe), saya cukup 'peka' dengan perkembangan aplikasi di sekitar. Kerjaan saya tiap liat review aplikasi lucu ya cari di playstore >> download >> uninstall. Langkah terakhir cuma dilakukan kalau aplikasinya ngga asik. Tuh kan, keliatan banget saya nggak ada kerjaan.
Tinder's Logo
Beberapa minggu lalu saya tergerak untuk install Tinder di ponsel pintar saya.
Alasannya?
1.Ada beberapa orang di timeline twitter yang lagi ngomongin, trus saya penasaran.
2. Saya kesepian.
3. Saya kesepian.
4. Saya kes.. ah sudahlah.

Setelah saya googling, ternyata Tinder disebut juga sebagai Dating App alias aplikasi kencan alias buat nyari teman kencan. Bagus deh, saya nggak menyalahi norma sosial karena saya belum punya pacar sekarang ini (kode keras!).

Demi mendukung usaha kamu yang masih jomb.. maksudnya single, saya akan menguraikan secara singkat bagaimana cara kerja dating app ini. Have a seat!

Tinder ini lucu. Sebelum diupdate dengan ditambahkan fitur moment (seperti di Path) isinya sangat simpel. Begitu membuka aplikasinya, kita diminta untuk sign in menggunakan profil Facebook. Tapi tenang, Tinder nggak akan mengganggu kita dengan menuliskan post di Facebook kok. Tinder memang menggunakan Facebook untuk menganalisa informasi dasar kita (meminimalisir kemungkinan akun fake) dan mencocokkan kita dengan calon pasangan chatting menggunakan lokasi, mutual friends, dan common interests.

Tinder cuma akan mencarikan kita pasangan chatting, kalau mau dilanjutkan jadi pasangan hidup ya kamu harus usaha sendiri dong! ;)

Lanjut, setelah kita berhasil sign in kita bisa mengganti profile (yang fungsinya mirip seperti bio pada twitter). Kalau menurut wikihow, kamu disarankan menulis profile yang singkat tapi kalau nggak bisa ya biarin aja kosong, soalnya kebanyakan orang cuma liat foto aja kok.

Di Tinder kamu nggak perlu repot milih foto mana yang dijadikan profile picture karena Tinder tersinkronisasi dengan akun Facebook jadi profile Facebook kamu secara otomatis jadi foto profile di Tinder. Tips: Ganti aja dulu foto di Facebook sama foto yang oke! ;)

Oke, selanjutnya Tinder akan mencari calon pasangan buat kamu. Ini berarti akan muncul banyak tampilan pengguna Tinder lain untuk kamu pilih. Sederhana, kalau kamu tertarik swipe aja fotonya ke kanan. Kalau enggak ya ke kiri, gampang kan?

Trus foto-foto kece yang kamu swipe ke kanan bakal langsung bisa chat sama kamu?
Enggak lah! Maunya kamu itu sih, hahaha. Kalau mereka juga suka sama kamu (swipe profile kamu ke kanan di layar mereka), Tinder baru akan mengartikannya sebagai 'Match' dan kalian bisa chat.
Demi nama baik, masnya dibuat kotak-kotak aja ya..
Di post berikutnya saya akan share tentang 'kelucuan' yang saya temui di Tinder, hehehe. Selamat mencoba!

10 comments:

lalusandi mengatakan...

Kok post kelucuan2 tinder belum ada hehehe

Anonim mengatakan...

Kok gue gabisa muncul gitu ya kak prof pic nya?

Aulia Fairuz Kuntjoro mengatakan...

@lalusandi: Hahaha iya nih udah lama nggak main Tinder. Oke deh dibikin dulu drafnya, makasih ya udah nanyain :)

@anon: Muncul gimana maksudnya non?

rizqi muhammad mengatakan...

mau dong di like aulia.hehe

Aulia Fairuz Kuntjoro mengatakan...

@rizqi muhammad: Boleh boleh. Hihihi. Makasih udah baca :)

Unknown mengatakan...

Lagi pusing, tinder new version gk ada momenya,, gmna caranya ya?

alodia kurnia mengatakan...

Kok gak bisa masuk tinder yah padahal dah mskin fb dan nmr tapi gak bisa msk

alodia kurnia mengatakan...

Kok gak bisa msk tinder yah padahal udh sign in fb dan nmr hp tapi ttp gak bisa

Aulia Fairuz Kuntjoro mengatakan...

@anon and @alodia: Wah, saya kurang tahu Mbak anon dan Mbak Alodia. Saya sudah lama ngga ngulik Tinder. Coba berikan komentar di applestore/playstore aja ya biar dibalas sama developernya :)

Tri Gita Oktafia mengatakan...
Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.
 

Template by Best Web Hosting