Kamis, 12 Juni 2014

Polos

Menjadi polos di depanmu, sama sekali berbeda dengan menanggalkan apapun yang menutupi kulitku. Kalau tentang yang itu, aku tak perlu kamu.
Aku bisa saja melakukannya pada malam-malam saat kamu tiada.

Aku benar-benar tak ingin menutupi apapun, termasuk segala cacat dan salahku.
Segala gores bekas luka masa lalu, kebodohan-kebodohan yang aku lakukan demi memenangkan egoku. Supaya kamu tau, aku pernah sebodoh itu.

Kamu perlu tau agar tak menyesal memilihku.
Bukan aku tak mau memamerkan bisa dan hebatku, kamu tentu bisa menerimanya lebih mudah kelak.

Kemarilah, kalau kamu siap mendengar ketakutan konyol yang membangunkanku dari tidur.
Duduklah di sampingku, kalau kamu siap mendengar kecemasan paling tolol yang bisa menghilangkan kantukku berhari-hari lamanya.

Karena menerimaku, Sayang.. tak semudah memandang dari jauh dan melihat semua kilau yang dipuja banyak orang.

Karena menjadi polos di depanmu, Sayang.. jadi satu-satunya cara untuk tau apakah kamu benar pantas untuk ditemani sampai mati.

--

0 comments:

 

Template by Best Web Hosting