Sabtu, 28 Juni 2014

Kamu harus, Sayang

Kamu harus mempertahankanku, Sayang.
Sebab suatu saat nanti aku akan hilang alasan tetap berdiam di sisimu.
Kamu harus mempertahankanku, Sayang.
Sebab suatu saat nanti aku akan pergi dan meninggalkanmu menyesal sendiri.

Percayalah, Sayang.
Kehilanganku kelak akan lebih menyulitkanmu ketimbang berpayah hari ini untuk membuatku tetap tinggal.

Aku tak bermaksud angkuh, Sayang.
Aku hanya ingin kamu sadar, bahwa segala yang ada hari ini tak berarti selamanya akan jadi milikmu. Kalau malam ini kita berdua terlelap saling merengkuh, malam lain kamu akan sendirian bertanya-tanya kenapa kamu enggan memperjuangkan aku.

Sayang, aku bukannya tak punya pilihan saat ini.
Aku memberimu kesempatan.

Penyesalan akan datang kemudian, Sayang.
Sesal akan mengisi ruang kosong dalam tiap sel tubuhmu, membuatmu kesakitan tiap menarik napas. Namun saat itu, meronta sudah tak ada artinya. Saat itu, kamu akan sadar betapa kamu salah mengambil keputusan.

Kamu harus mempertahankanku, Sayang.
Sebelum waktu kita tergerus habis oleh rotasi bumi.

Kamu harus mempertahankanku, Sayang.
Sebelum aku menemukan orang lain yang akan melakukannya.

0 comments:

 

Template by Best Web Hosting