Selasa, 06 Mei 2014

Noktah.

Karena detik-detik yang kita bagi akan berujung pada satu hal yang pasti.
Perpisahan.
Yang detik ini aku yakin pasti akan menyakitkan.

Aku akan menulis banyak-banyak tentangmu, agar segala yang ada tidak menghilang begitu saja, agar setidak-tidaknya ada sedikit noktah yang dapat aku simpan selamanya.

Pertama, aku bersyukur menemukanmu.
Tidak, aku bersyukur kita menemukan satu sama lain. 
Dalam kondisi dan segala yang tak memungkinkan kita untuk bersama selamanya, aku yakin semesta punya rencana. Tanpa mengurangi rasa terima kasihku pada Dia yang suka memberi berkat, rasanya aku terlampau kurang ajar kalau masih memohonkan esok tetap berada di sampingmu. Aku bersyukur memiliki kemarin dan hari ini untuk dihabiskan bersamamu.

Kedua, aku bahagia bersamamu.
Aku harap kamu tak pernah melupakan itu.
Aku bahagia kamu ada dan mendukung segala apa yang aku lakukan. Aku bahagia kamu tetap tinggal dan menemani aku dalam malam-malam sibuk tanpa lelap. Aku bahagia kamu selalu duduk diam dan mendengarkan pemikiran-pemikiran yang aku bagi. Aku bahagia kamu datang dini hari dan menghabiskan berjam-jam waktu tidur bersamaku. Singkatnya, aku bahagia untuk apapun yang kita lakukan bersama.

Ketiga, aku lebih dari sekedar menginginkanmu.
Tidak hanya soal bertukar liur atau tertidur di dalam selimut yang sama.
Aku menginginkanmu karena pertukaran ide yang kita lakukan sangat menggairahkan. Aku menginginkanmu karena kamu lebih dari sekedar pasangan yang bisa memuaskan keinginan dasar paling primitif yang menggerakkan bumi. Aku menginginkanmu karena kamu bisa mengerti bahasa yang aku sampaikan tanpa berucap bahwa segala mimpi yang aku punya terlampau tinggi untuk diraih. Aku menginginkanmu dan aku tidak akan tinggal diam akan itu.

Terakhir.
Aku tidak akan menyesali waktu yang sudah kuhabiskan untuk mengecap rasa 'kita'. Untuk yang satu itu aku berjanji. Aku harap kamu pun tak pernah menyesali detik-detik yang kamu berikan untukku.

0 comments:

 

Template by Best Web Hosting