Kamis, 29 Mei 2014

Kamu diam.

Kamu diam saat aku mempertanyakan dimana letak keajaiban.

Apakah di senyummu yang selalu ingin aku pertahankan.
Apakah di genggammu yang tak pernah ingin aku lepaskan.
Atau malah ada di sudut-sudut ruangan temaram tempat kita bertemu sembunyi-sembunyi.

Kamu diam saat aku mempertanyakan dimana letak kebaikan.

Apakah di takdir yang mengatakan aku harus jatuh kepadamu demikian dalam.
Apakah di sore yang selalu aku lewatkan dengan rindu yang deras macam jeram.
Atau malah di saat aku harus melepaskanmu untuk pergi ke tempat yang seharusnya kamu diami.

Kamu tak pernah menjawab saat aku tanya kapan kamu benar akan lenyap.

Aku tak ingin, tapi sebagian hatiku harus bersiap.
Kalau-kalau tetiba kamu lenyap tanpa lebih dulu mengucapkan salam perpisahan.
Kalau-kalau kamu sadar bahwa yang kita punyai sekarang tak patut diperjuangkan.
Kalau-kalau kamu tak peduli lagi bahwa perasaan yang telah menghablur demikian kokoh menjadi hancur.

Kamu diam.
Kamu diam karena kamu tau bahwa waktunya tak akan lama.
Kamu diam.

Aku yang diam-diam roboh perlahan. Sendirian.

0 comments:

 

Template by Best Web Hosting