Minggu, 04 Mei 2014

Daya angin

Ini untukmu lagi,
iya aku menyerah telah memaksa diri menulis yang lain
karena ternyata menulis tentangmu rasanya menyenangkan
karena ternyata menutup hati dan melupakanmu menyakitkan aku sendiri.

Kamu pernah meminta satu hal yang tak tertangkap nalarku.
Kamu meminta agar panggilan-panggilan sayang tak melulu keluar dari mulutku.
Kamu meminta agar untaian rindu tak terlampau sering terucap.

Kala kutanya alasannya, kamu makin membuat aku tak mengerti.
Kamu takut apa yang sekarang kurasa meluap-luap, pergi menguap.
Kamu takut apa yang sekarang kupunya berlimpah, hilang musnah.

Aku memilih diam.
Namun kalau bisa menimpali ucapanmu, aku sangat ingin menanyakan sesuatu.

Bisakah angin kehabisan daya, sayang?
Kalau tanda adanya angin adalah daya itu sendiri.  

0 comments:

 

Template by Best Web Hosting