Jumat, 09 Mei 2014

0017

"Ada apa dengan kamu hari ini?" tanyamu saat malamnya aku berada di sampingmu dengan sejuta keluhan mengenai hariku.

Banyak yang salah. Badanku lelah. Banyak yang salah, terlalu banyak hal-hal menyebalkan yang terjadi hari ini dan aku baru dapat menceritakan semuanya padamu. "Kenapa? Kamu enggan mendengarku?"

Kamu tersenyum, jari-jarimu kemudian menyisiri rambutku perlahan. "Bukan sayang, aku hanya bertanya. Aku akan tetap di sampingmu."

Jadilah kamu, malam itu jadi pelampiasan kekesalanku seharian. Aku lelah, teman-temanku menyebalkan, cuaca hari ini panas, tugas-tugasku tak pernah ada habisnya. Dan yang paling penting, aku merindukanmu.

Tidak, semua hal yang aku utarakan tidak kuungkapkan dengan cara manis yang mampu membuatmu jatuh hati. Ungkapan-ungkapanku malam ini pastinya tak ingin kamu dengar setiap hari. Kamu bisa gila karenanya.

Segala pelampiasan kekesalanku diakhiri dengan ucapan maaf tak henti-henti. Ucapan maaf karena aku seolah lupa bahwa kamu pun lelah. Aku lupa bahwa kamu pasti punya banyak hal juga untuk dibagi.

Tapi bukan kamu namanya kalau tak menenangkan hati. Kamu hanya mendekapku sambil berucap bahwa semua baik-baik saja, bahwa kamu sama sekali tidak berkeberatan, bahwa kamu tetap punya perasaan yang sama.

Sekarang disinilah aku, duduk mengetik di depan layar sambil mendengarkan dengkuranmu yang lucu. Tersenyum memandangi kamu yang tak terganggu dengan gerak-gerikku di atas tempat tidur.

Tidak ada kecup malam ini, namun rasanya aku lebih bahagia ketimbang usai kita bercinta.

0 comments:

 

Template by Best Web Hosting