Minggu, 27 April 2014

Tak ingin

Aku beringsut pelan, mendekat ke arahmu yang sudah terlelap. Seperti biasa, aku terbangun dini hari--sekedar mencari segelas air yang sudah kamu siapkan di meja kecil sebelah kiri tempat tidur kita.

"Sayang?" panggilmu dengan suara serak. Kamu ikut terbangun, mungkin terganggu dengan cahaya lampu meja yang kunyalakan. "Kamu baik saja?"

Anggukanku kamu tukar dengan senyum hangat, tanganmu lantas merangkulku semakin dekat. Aku menarik napas, paru-paruku sesak oleh bahagia dan rasa syukur yang bercampur aduk. "Pagi, sayang." ucapku pelan.

"Selamat pagi, kesayangan." jawabmu lalu mengusap punggungku pelan.

Aku tak ingin pagi lekas mengganti sisa waktu yang kumiliki. Aku tak ingin matahari menjalankan tugasnya seperti biasa. Aku tak ingin malam ini lekas berakhir.

Aku tak ingin kamu lekas pergi dan mengganti aku.

0 comments:

 

Template by Best Web Hosting