Kamis, 17 April 2014

Namun aku yakin,

Untukmu, lelaki dengan senyum tak habis-habis yang kutunggui setiap malam.

Hari ini langitmu kelabu, entah apa gerangan sebabnya.
Mungkin semesta hanya ingin menguji kuat dan sabarmu, mungkin Tuhan hanya ingin kamu bermanja dengan menyebutkan nama-namaNya dalam doamu.
Aku tak tau pasti.

Hari ini berbeda, kita memutuskan untuk berhenti saling mengeluhkan keadaan.
Kita tau mengeluh tak pernah menyelesaikan apapun, maka dari itu mulai hari ini kita berjanji akan mengganti tiap keluhan dengan pelukan hangat.
"Semoga kita semakin kuat," katamu tiap kali meyelesaikan satu pelukan.
Entah keajaiban seperti apa yang mengikis beban di pundakku karena usai berpelukan aku merasa ringan. Seringan daun-daun yang tersapu angin musim gugur di depan flat-mu.

Hari ini kamu pulang lebih awal.
"Aku akan beristirahat," katamu. Padahal setauku, kamu tak pernah lelah sebelum dini hari.
Sejauh yang aku ingat, kamu tak pernah tertidur sebelum mendapati aku berbaring di sisi kiri tempat tidurmu.

Aku tak tau pasti kekacauan seperti apa yang kamu rasakan.
Aku bahkan tak bisa menakar seberat apa beban yang diam di pundakmu hingga kamu merasa perlu beristirahat di hari terang.
Namun tak kuutarakan pertanyaan karena aku tau kamu akan membalasnya dengan sebuah lengkungan magis yang membuat kupu-kupu dalam perutku mengepak-ngepak lembut.

Seperti yang lalu-lalu, kamu hanya akan tersenyum dan bicara, "Aku baik-baik saja, sayang."

Sampai detik aku menulis ini, aku tak tau pasti apa yang kamu rasakan.
Namun yang aku yakini, 'berhenti' dan 'menyerah' rasa-rasanya tak pernah larut jadi satu dengan darahmu.

Kamu tau aku jarang meminta, kan?
Malam ini aku punya satu, aku memintamu untuk tetap menjadi kamu.

--
Ps: Oh ya, satu lagi. Sore tadi aku kehujanan, tolong siapkan banyak pelukan malam ini :)

0 comments:

 

Template by Best Web Hosting