Jumat, 14 Februari 2014

Tetap terlihat menarik

Beberapa hari ini siaran berita ramai membicarakan tentang suami seorang pejabat yang diduga memberikan mobil ke beberapa artis wanita (memberikan bukan kata yang tepat sepertinya. Mengingat jumlah artis yang menerimanya, saya rasa kata 'membagikan' jauh lebih cocok).

Saya, sebagai orang yang terbiasa hidup di kota besar yang menganut paham bahwa 'tidak ada barang mahal yang diberikan tanpa balasan.' langsung berburuk sangka bahwa mobil-mobil yang dibagikan pasti ditukar dengan layanan seks. 

Selesai shalat shubuh, saya menghampiri papa saya yang sedang memilih kemeja untuk dipakai ke kantor. Sambil mengucek mata yang masih segaris, saya berujar, "Mungkin memang laki-laki itu nggak bisa ya dibiarkan pegang uang banyak-banyak. Langsung cari banyak perempuan, nggak merasa cukup hanya dengan satu istri."

Papa saya, (sesuai dugaan saya) jelas membela kaumnya. "Nggak lah, itu kan tergantung laki-lakinya. Nggak semua laki-laki begitu," jawab beliau lalu meninggalkan saya untuk mandi. Ah, argumen seperti itu sih nggak akan mengubah pendapat saya.

Giliran mama saya yang baru selesai mandi datang, mencari warna kerudung yang sesuai dengan warna navy seragamnya. Setelah saya pancing dengan kalimat awal yang sama, beliau menjawab, "Belum tentu semua salah laki-lakinya, jangan menghakimi begitu."

Wah, jelas saya bersemangat untuk bicara. Pasalnya, pejabat yang dimaksud (istri si dermawan mobil) sangatlah cantik. Menurut hemat saya, kalau hidup sudah ditemani istri yang cantik-langsing-pintar dan kekayaan yang berlimpah, apalagi yang kurang selain rasa syukur?

"Mama nggak tau sih ya untuk kasus (pejabat) itu, yang mama tau menikah bukan berarti berhenti berusaha untuk terlihat menarik, terlebih di depan suami. Perempuan baiknya nggak merasa cukup dengan penampilan 'seadanya', meskipun harus mengendalikan diri supaya nggak berlebihan."

Saya menarik nafas dalam, meresapi makna kalimat yang diucapkan mama. Jadi selama ini, selain mengatur keuangan, memastikan tumbuh-kembang anak-anaknya berjalan baik, mengerjakan tugas di kantor, mama juga punya tanggung jawab lain--tetap terlihat menarik di depan suami.

Sampai seperginya orang rumah, saya masih saja memikirkan kalimat mama.
Saya bahkan kehilangan kebiasaan saya untuk tidur lagi, hehehe.

Tetap terlihat menarik?
Perempuan yang bisa mempertahankan bentuk tubuh usai melahirkan,
perempuan yang kerut-kerut di wajahnya muncul dalam jumlah minim meskipun sudah berumur jumlahnya pun sedikit.

Jadi kalau laki-laki mengatasnamakan 'ketidakmenarikan' sebagai alasan untuk mengkhianati janji pernikahan, harusnya ada berapa banyak pernikahan yang rusak?

Pagi ini saya kembali takut dengan pernikahan.

0 comments:

 

Template by Best Web Hosting