Jumat, 21 Februari 2014

Stay or Leave

Ada kutipan yang sangat membekas dari salah seorang murid di SMA tempat saya mengabdikan diri sebagai konselor sebaya, 

"Aku nggak suka ya kak cowok yang janji bakal nikahin lima tahun lagi, sepuluh tahun lagi. Menurut aku, kalau dia mau stay and make everything works, just do it. Kalau dia takut dan mau pergi, I will gladly walk him to the door. Jadi pilihannya cuma stay or leave, jangan ngetem (stuck)!!"

Saya pikir, iya juga.
Kalau hubungan diibaratkan sebagai sebuah ruangan, maka orang yang bermaksud baik dan ingin menjalin hubungan pasti akan masuk ke dalam ruangan itu. Sedangkan kalau dia tidak berminat, setelah mampir melihat-lihat dia akan memutuskan untuk pergi.

Yang paling menyebalkan adalah orang yang tidak memberikan kejelasan mau masuk atau pergi. Dia tidak melangkahkan kaki ke dalam ruangan namun berhenti di pintu masuk dan menghalagi siapapun yang berniat datang.Orang seperti itu baiknya diminta untuk pergi secara halus atau dipanggilkan petugas keamanan kalau perlu.

0 comments:

 

Template by Best Web Hosting