Kamis, 20 Februari 2014

I love you this morning

"Ayolah sayang, jangan kelewat naif. Kita tak pernah tau kapan kita berhenti saling mencintai," kamu membuka lemari pakaian, memilih kemeja yang akan kamu kenakan pagi ini.

Aku yang belum beranjak dari tempat tidur terheran-heran dengan ucapanmu. Mulai kususun memori, adakah yang salah dari makananmu semalam?

Kamu melepaskan kemeja warna abu dari gantungan baju, "Mungkin besok kita sudah tidak lagi saling mencintai. Mungkin juga malam ini. Oh ya, dasi apa yang cocok untuk bajuku? Hitam atau biru tua?"

Kaki-kakiku menyentuh lantai, menuju ke laci tempatku menyimpan kumpulan dasimu. Kamu lupa ada dasi berwarna abu tua yang senada dengan kemeja itu. "Aku tidak akan berhenti mencintaimu," ucapku sembari mengikatkan simpul dasi ke lehermu.

"Kamu belum tau, sayang," kamu mengecup pipiku lembut, ucapan terima kasih setelah aku selesai menyimpulkan dasi. "Dan aku tidak mau mengambil resiko itu."

Aku tak mau berhenti, aku ingin meyakinkanmu bahwa cintaku akan bertahan selamanya. Aku ingin kamu tau bahwa aku akan setia mengikat simpul dasimu setiap pagi. Aku ingin kamu tau bahwa semua mimpiku sudah kuintegrasikan dengan rencana hidupmu. Aku mau kamu tau bahwa semua yang kita jalani jauh dari main-main, untukku.

"Sayang?" panggilan darimu merusak lamunanku.

Senyumku mengembang palsu, aku tak ingin berdebat di pagi hari. "Aku mencintaimu pagi ini, sayang."

... dan pagi-pagi setelahnya,

Pagi saat kamu terlalu malas untuk bangun dan bekerja hingga aku perlu menyembunyikan selimut agar kamu terpaksa menyudahi tidurmu.
Pagi saat kamu mengerlung di sampingku karena flu dan menjadikannya alasan untuk bermanja sepanjang hari.
Pagi saat kamu mengecup dahiku diam-diam dan aku berpura-pura tetap terlelap.

Aku berjanji akan tetap mencintaimu pagi-pagi setelahnya.

0 comments:

 

Template by Best Web Hosting