Minggu, 23 Februari 2014

Galau pangkal boros

Malam ini ceritanya perasaan saya sedang 'tidak baik' dan Uti sedang tidak enak badan. Kecemasan tanpa teman itu kutukan dobel buat saya yang selalu haus afiliasi. Saya lekas menghubungi Tata, sahabat yang sudah seperti kakak saya sendiri.

Awalnya saya tidak punya tujuan apapun, hanya ingin ditemani saja. Namun mengingat hari mulai malam dan saya belum makan sejak siang, saya mengajak Tata untuk pergi ke kedai ramen. Tidak hanya memesan ramen, saya juga memesan seporsi sushi. Porsi dobel, sempurna (gemuknya), hahaha.

"Nonton hari minggu mahal ya," ujar saya memberikan kode.

Tata yang dengan cepat mengangkap kode saya lantas tertawa, "Lu tau ngga? Tadi gue juga mau ngajak nonton tapi takutnya lo keberatan karena mahal,"

"Yaudah nonton yuk?"

Sesampainya di bioskop, ternyata film yang kami pilih baru saja main 15 menit yang lalu. Memang dasar nekat, kami memesan tiket untuk putaran selanjutnya yang berarti baru akan dimulai dua jam lagi.

Selama dua jam, kami menghabiskan waktu di toko buku. Jangan, jangan pikir kami sok pintar baca buku ini itu. We're simply walking around and making some jokes. Iya, akhirnya kami keluar karena bosan.

Lalu kami ke game center dan membeli beberapa koin. Awalnya kami cuma bermain basket, namun akhirnya saya ikut Tata main dance revolution berkali-kali (sampai harus kembali membeli koin). Setelah merasa cukup berkeringat dan lelah (game center nya udah siap-siap tutup juga), kami kembali ke bioskop--menunggu teater kami dibuka.

Sembari duduk di dalam teater, saya berujar singkat, "Ta, kok kita boros banget sih malem ini?"

Tata santai seperti biasa menanggapi pertanyaan saya, "That's called life, bro. Lo boleh boros pas galau."

"..."

A sister definitely will make your mood better. Definitely.

0 comments:

 

Template by Best Web Hosting