Jumat, 24 Januari 2014

Kak, aku mau curhat...

Untuk mengisi liburan (yang awalnya dikira minim kerjaan), gue memutuskan untuk mengabdikan diri di salah satu SMA negeri yang juga merupakan almamater gue.

Alasannya simpel, masuknya nggak susah dan keburu bete karena birokrasi yang ribet.

Sesuai dengan ilmu yang dipelajari dan pelatihan yang pernah diikuti, gue menawarkan diri menjadi peer counselor/konselor sebaya di Bidang Kesiswaan Sekolah. Tugas sebagai konselor ini di bawah pengawasan guru di bidang yang bersangkutan tentunya.

Dalam sehari, kira-kira gue menangani minimal 5 siswa dengan cerita yang beragam.
Mulai dari kekhawatiran terhadap hal-hal berbau akademis, lingkungan pertemanan, keluarga, dan hubungan berpacaran.

Beberapa hari pertama, I have to say it's not easy.
Mendengarkan curhat bertubi-tubi, seharian berempati, dan menyusun matriks penyelesaian masalah membuat migren setia datang tiap pulang bertugas.

But helping itself heals you, so I'm getting better each day.
Alhamdulillah.

Rasanya melihat siswa yang datang, bercerita (tidak sedikit yang menangis), dan akhirnya pergi dengan wajah sumringah tidak bisa digantikan dengan apapun! Sungguh!
:))

Jadi, mendengar ucapan seorang siswi yang datang pada jam terakhir untuk curhat, "Tenang kak, nanti akan dibalas sama Allah." membuat gue tersenyum dan absen migren sore ini.

Allah sudah membalas banyak,

0 comments:

 

Template by Best Web Hosting