Jumat, 20 Desember 2013

Tuan Cahaya

Jawablah Tuan, apakah kau keturunan cahaya karena kelamku seperti sirna tiap kali kau mengarahkan pandang.

Tuan, tidakkah cangkir kopimu butuh diisi? Dengan kopi hitam tanpa sedikitpun gula, kan? Aku hafal yang jadi kesukaanmu, aku berharap suatu hari nanti aku masuk dalam kategori itu.

Bicaralah Tuan, aku bisa mati lemas disini kalau kau hanya menoleh dan melemparkan senyum tanpa bertanggungjawab memunguti hati yang jatuh berkali-kali.

Tuan, apakah kau keturunan raja karena desir-desir dalam pembuluhku turut dalam tiap gerakanmu tanpa bertanya.

Sekali lagi Tuan, apakah kau keturunan cahaya?
Karena tanpamu, duniaku temaram.

 

0 comments:

 

Template by Best Web Hosting