Sabtu, 02 November 2013

Hati-hati bicara!

"Ih amit-amit gue (kalo sampe jadian) sama anak teknik. Udah nggak peka, gayanya selangit, nyebelin. Bisa stress gila gue punya pacar macem mereka," ujar gue sambil makan mi ayam di kantin. Pernyataan itu bisa keluar karena beberapa kasus pedekate (pendekatan, sebelum jadian) yang berujung pada ilfil (ilang feeling) sama mahasiswa jurusan teknik.

Waktu berjalan, lalu terjerumuslah (?) gue dalam hubungan berpacaran yang melibatkan anak teknik. Well, nggak seburuk yang gue perkirakan kok. Meskipun tetep aja, kandas.
Dear ex(es), we're cool right?
;)

Lalu ada juga seorang senior dari SMA gue yang sekarang sedang menjalani fase ko-ass karena memang beliau adalah lulusan fakultas kedokteran. Senior yang juga menulis blog pribadi yang post-nya didominasi oleh curhat.

Beliau menulis sukadukanya menjadi mahasiswi kedokteran, menjadi anak perantauan, dan (yang paling mengenaskan) menjadi ko-ass. Tidak lupa juga menuliskan tentang pengalaman berelasi intim dengan beberapa laki-laki plus pemikiran pesimistis tentang jodoh.

Yang terakhir akan gue garis bawahi.
Pemikiran pesimistis tentang pengakuan beliau bahwa hubungan intim dan pernikahan sekarang bukan prioritasnya, tentang laki-laki yang mahluk visual dan beliau yang tidak merasa cantik, blah blah.

Eh bulan lalu, siapa yang mengira beliau menikah dengan teman seangkatannya saat SMA yang berarti juga senior gue. Trus baru deh post blognya berisi satu post yang pandangannya positif soal cinta.
:)

Semesta memang ajaib, seringkali mengingatkan dengan kejadian-kejadian yang tak disangka. Makanya, hati-hati bicara!
:))

0 comments:

 

Template by Best Web Hosting