Minggu, 27 Oktober 2013

SPG

Kami (gue dan Papa) waktu itu duduk di downtown walk salah satu Mall yang tidak jauh dari rumah. "Silahkan Oom, rokoknya. Dicoba dulu aja." ujar seorang SPG (Sales Promotion Girl) ke Papa.

Gue melirik, sinis.
Entahlah ini prejudice atau apa, tapi melihat perempuan yang umurnya cuma beda beberapa tahun dari gue (dengan rok super mini, heels super tinggi, dan make up yang... ah sudahlah) menyapa Papa entah kenapa membuat gue sebal.

"Makasih Mbak, Papa saya nggak ngerokok." jawab gue, tanpa merasa perlu beramah-tamah. Si SPG pergi setelah tidak lupa mengucapkan terimakasih yang lagi-lagi, membuat gue sebal.

...

'Jadi SPG itu nggak gampang ya. Jalan sepanjang shift kerjaan pake sepatu hak tinggi, muka full make up, belum kalau digoda sama mas-mas iseng. Atau disinisin istri-istri dan pacar-pacar yang cemburu.'

Pada dasarnya mbak SPG cuma mencari nafkah.
Pendek rok, tingginya heels, dan pembawaannya memang tuntutan dalam memasarkan produk. Kasihan kalau dia dimusuhi karena usahanya mencari rejeki halal di atas Bumi.

Ya Allah, mudahkanlah..

0 comments:

 

Template by Best Web Hosting