Selasa, 15 Oktober 2013

Kuliah ngapain aja?

"Kuliah bakal ngapain sih, mbak?" tanya adek gue waktu dia kelas 3 SMA, kira-kira setengah tahun lalu. Sebagai kakak teladan mulailah gue memberi ceramah soal tugas-tugas menggunung, pergaulan yang lebih longgar, jam belajar sampai dini hari, dan lain-lainnya. Tidak lupa dengan pesan sponsor supaya rajin belajar, pandai menjaga diri, dan lain-lainnya.

Lalu berlalulah waktu, dengan ajaib seperti biasa.

Gue yang masuk ke semester lima dan mulai 'berani' untuk mengambil kegiatan diluar akademik meskipun berujung pada memforsir diri habis-habisan dan masuk ke siklus sakit-baikan-sembuh-forsir-sakitlagi-danseterusnya-tapimasihhidup.

Adek gue masuk semester satu.
Bukan, bukan di universitas negeri yang masuk sepuluh besar se-Indonesia.
Bukan juga jurusan favorit yang didaftar sekian ribu orang dan hanya menyediakan sekian puluh kursi. Tapi sepak terjangnya di semester satu yang belum selesai harus gue apresiasi banyak-banyak.

Sambil kuliah, dia jadi daily-worker di hotel-hotel bintang lima di Jakarta. Ini bukan soal nambah uang jajan, sih. Soalnya payment yang didapet juga nggak bisa dibilang besar, tapi ini tentang pengalaman. Dia udah kenal chef-chef yang memang jadi bosnya waktu jadi daily-work. Gabung ke proyek acara lumayan bareng sama orang-orang hebat di bidangnya dia. Bikin minder ngga? Banget sih gue.

Melihat apa yang sudah dilakukannya, gue kayak mau ngaca dan nanya ke diri sendiri:
"Selama ini lo kuliah, ngapain aja sih, Ul?"

0 comments:

 

Template by Best Web Hosting