Kamis, 17 Oktober 2013

Henna Festival

Sesuai dengan satu poin resolusi yang sudah gue buat semester ini, yakni mengikuti kepanitiaan di luar fakultas, gue bersama Tata akhirnya mendaftarkan diri menjadi volunteer di acara Henna Festival yang diselenggarakan oleh Himpunan Mahasiswa Sastra Arab UNPAD.

Henna adalah seni lukis tubuh yang bahannya berasal dari tumbuhan Henna (Lawsonia inermis). Pada jaman dahulu, Henna biasanya digunakan oleh putri raja atau bangsawan sebagai simbol kemakmuran dan ganti perhiasan. Henna juga digunakan sebagai penunjang kecantikan di Masa Kerajaan Roma dan populer di kalangan wanita Eropa pada abad 19.

Pada beberapa kebudayaan, penggunaan Henna diwajibkan pada upacara pernikahan untuk mendoakan nasib baik pada pengantin wanita dan menghindari bala bencana yang akan terjadi. 

Tangannya akuuuuuuu :3
Pada acara Henna Festival, gue dan Tata (sebagai volunteer yang nggak mau rugi) mengajukan diri sebagai model (syukurlah ngga ada ketentuan tinggi dan berat badan LOL) untuk lomba lukis Henna kategori wedding.

Henna yang digunakan untuk wedding biasanya memiliki motif yang rumit dan lebih detail, selain itu juga bagian tangan yang dilukis untuk kategori ini cukup banyak yakni dari setengah lengan sampai jari-jari tangan.


Para model Henna Wedding dan hasil karya Henna Artist

Gue beneran nggak merasa rugi waktu tau bahwa syarat bagi peserta yang mengikuti lomba lukis Henna kategori wedding ini adalah harus memiliki pengalaman lebih dari dua tahun.

Trus satu lagi, untuk satu set lukis Henna yang biasanya digunakan untuk pernikahan kita minimal dikenai biaya 300rb rupiah.
*grinning*
*maklum anak kos*

volunteer pantang rugi
Sebagai teman-teman yang baik, Lidya-Uti-Siddhi juga datang dan meramaikan festivalnya! Uti dan Lidya juga mengajukan diri menjadi model dalam kategori lomba yang sama, sayangnya Siddhi nggak ikutan dilukis tangannya jadi kebagian tugas ambil foto kita, hahaha.


0 comments:

 

Template by Best Web Hosting