Selasa, 27 Agustus 2013

Body Language: Pupil Mata

Kita bisa tau apakah seseorang tertarik pada kita hanya dengan melihat ukuran pupil matanya? Apa iya?

Pasti pernah denger soal body language atau bahasa tubuh, kan?

Menurut salah satu buku yang pernah gue baca, bahasa tubuh adalah sinyal yang datang dari alam tak sadar (unconcious) dan dapat dijadikan dalam mengindikasikan sebuah persepsi atau pemikiran tertentu dari subyek yang menunjukkannya.

Contoh yang paling umum dan sering kita dengar adalah membesarnya ukuran pupil mata. Secara tidak sadar, pupil mata kita akan membesar ukurannya saat melihat sesuatu yang menarik. Hal ini sudah didukung oleh hasil penelitian yang dilakukan oleh American College of Medical Hypnotists.

Persepsi menarik ini tentunya berbeda bagi setiap orang. Misalnya, buat gue hal-hal yang mengandung unsur kuliner dan warna oranye adalah hal yang menarik. Sedangkan buat orang lain, warna biru dan hal-hal yang berhubungan dengan otomotif bisa jadi kelihatan lebih menarik.

Kriteria menarik ini selain pada benda juga berlaku pada orang alias kecengan atau gebetan. Cewek tinggi yang rambutnya panjang bisa jadi menarik buat si A, tapi cewek pendek dengan rambut pendek mungkin lebih menarik buat si B.

Gue lupa pernah baca dimana, katanya kita bisa tau bahwa seseorang tertarik sama kita saat kita melihat ukuran pupil matanya membesar waktu memandangi kita.

Setelah membaca hasil penelitian trus ditambah dengan pernyataan yang gue lupa sumbernya tadi, gue rasa penarikan kesimpulannya sederhana. Saat seseorang tertarik sama kita maka menurut dia kita adalah pemandangan yang menarik. Itulah alasan mengapa ukuran pupil matanya membesar saat dia memandangi kita, right?

Awalnya gue seneng-seneng aja sih sama fakta dan hasil penelitian di atas. Malahan pas lagi dating sama pacar (dulu tapinya, pas masih punya pacar) gue sering dengan sengaja memperhatikan ukuran pupil matanya.

Pacar pasti mengira bahwa gue lagi sok romantis karena ngeliat dia right on his eyes tapi sebenarnya gue cuma mau melakukan observasi apakah pupil matanya membesar pas dia lagi ngeliat gue. Yah, anggap saja ini double benefits buat gue. Selain pacar menganggap gue romantis, gue bisa sekalian melihat apakah menurutnya gue kelihatan menarik.

Hal ini sebenarnya bisa jadi sumber pertengkaran juga, misalnya aja pas ada cewek lain yang lewat trus ternyata ukuran pupil mata pacar kita membesar pas lagi mencuri pandang ke cewek itu.

Syukurlah gue nggak pernah ngalamin yang kayak gitu, soalnya kalo hal itu sampe terjadi dan ketauan—berarti racun tikus yang udah gue siapin di laci kamar akhirnya kepake juga meskipun nggak buat ngeracun (meracuni.red) tikus (baca: buat ngeracun pacar).

Buat para cewek yang baca post ini, jangan keburu seneng dulu sama ‘membesarnya ukuran pupil mata’ ini. Dr Edward H. Hess menemukan bahwa ukuran pupil dari pria normal besarnya menjadi dua kali lipat saat melihat gambar dari seorang wanita yang sedang telanjang.

Jadi buat para cewek, pas lo lagi saling memandang di suasana romantis sama pacar lo dan ukuran pupil pacar lo menjadi dua kali lebih besar dari biasanya.
The first question you should ask him: “KAMU LAGI BAYANGIN AKU TELANJANG? HAH?”

0 comments:

 

Template by Best Web Hosting